• Kam. Des 8th, 2022

NISFU SYA’BAN DAN MALAM HARI RAYA MALAIKAT- MALAIKAT ALLAH

Share
252 views

Penulis : ELLIS TRI SANDAWATI, SE

Rasulullah saw, bersabda : “Apabila bulan Sya‟ban masuk (datang) , sucikanlah jiwamu dan perbaikilah niat
dalam bulan ini” (Riwayat Abi Ummah al-Bahili)
Bulan ini dinamakan Sya‟ban karena bulan ini memiliki beberapa cabang kebaikan yang sangaat banyak.
Sabda Rasulullah saw, dinamakan Sya‟ban karena padanya terdapat kebajikan yang amat banyak dan puasa yang
lebih afdhal sesudah Ramadhan. Adapun pengertian Sya‟ban adalah sebagai berikut :
 Syim = Kemuliaan
Kemuliaan bulan Sya‟ban yang dikaruniakan Allah SWT kepada Muhammad saw, seperti
kemuliaan derajatnya dan kejadiannya yang sangat menakjubkan dunia pada masa itu, sehingga bulan
Sya‟ban adalah bulan Muhammad. Bulan dikaruniakan pahala ibadah sampai tujuh ratus kali ganda dan
keampunan bagi yang bertaubat
 U’luwun = Ketinggian Derajat
Ketinggian derajat iman dikaruniakan Allah SWT bagi orang yang berpuasa dan beribadah pada
bulan yang termulia ini dan ketinggian derajatnya di akhirat didalam syurga, karena kemuliaan amal yang
diamalkannya.
 Birrun = Kebajikan
Kebajikan bulan, berbuat amal bajikan yang memperoleh kebajikan yang besar dan tinggi disisi
Allah SWT. Beruntunglah hamba-hamba Allah yang mukmin yang bersungguh-sungguh berbakti dan
beribadah kepada-NYA dan akan mendapat kedudukan yang tinggi di akhirat (syurga).
 Ulfun = Jinak
Kejinakan hamba Allah yang mukmin, dengan penuh taqwa, beribadah kepada Allah SWT,
artinya mendekati dan mendampingi diri dengan Allah SWT, akan mendekatnya dengan kasihnya serta
mendapat rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
 Nurun = Cahaya Iman
Cahaya iman dari Allah SWT kepada hambanya dan cahaya ibadah hambanya yang dikaruniakan
Allah. Cahaya hidayah senantiasa menyelubungi hambanya merupakan suatu rahmat yang besar yang
senantiasa berada dalam pimpinan Allah, disebabkan kesungguhan ibadah hambanya.
 Sya’ban = Berserak-serak
Dinamakan demikian karena pada bulan ini masyarakat Arab tempo dulu berserak-serak pergi ke
lembah-lembah mencari air, disebabkan mereka mengalami kesulitan air untuk kesekian-kalinya. Juga pada
bulan ini terdapat berserak-serak banyak kebajikan sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw, yang
maksudnya : “Tahukah kamu kenapa dinamakan bulan ini dengan Sya‟ban (berserak-serak)?”. Para sahabat
menjawab: Allah dan RasulNYA lebih tahu, lantas Nabi bersabda : “Karena didalamnya banyak terdapat
berserak-serak kebajikan”.

Kelebihan bulan Sya’ban
Sabda Nabi Muhammad saw: “Apabila masuk bulan Sya‟ban, baikkanlah niatmu padanya, karena
kelebihan Sya‟ban atas segala bulan seperti kelebihan atas kamu. Barang siapa puasa pada awal bulan dan
akhir hari Kamis bulan Sya‟ban, dimasukkan dia kedalam Syurga”.
Sabda Nabi Muhammad saw: “Sya‟ban adalah bulanku, Ramadhan adalah bulan ummatku. Sya‟ban adalah
mengkifaratkan / menghapuskan dosa dan Ramadhan adalah mensucikan dosa (jasmani dan rohani)”.
Bulan Sya‟ban keagungan malamnya dengan malam Nisfu Sya‟ban, keagungan Rajab dengan
Isra‟ Mi‟rajnya, keagungan Ramadhan dengan Lailatul Qadarnya. Dalam riwayat An-Nasa‟i dan Hadist
Usamah ra, ia berkata: “Ya Rasulullah, aku belum pernah melihatmu puasa pada suatu bulan dari bulan-
bulan ini, seperti puasamu dalam bulan Sya‟ban”.

Beliau bersabda: “Itu adalah sebuah bulan yang biasa dilalaikan manusia, yaitu bulan antara Rajab
dan Ramadhan, dimana Sya‟ban adalah sebuah bulan, pada bulan itu amal-amal / dilaporkan kepada Allah
SWT, maka aku suka kalau amalku diangkat sementara aku dalam keadaan puasa”.
Malam Nisfu Sya’ban Malam Hari Raya Malaikat-Malaikat Allah
Dikatakan, bahwa sesungguhnya malaikat-malaikat di langit memiliki dua malam hari raya,
sebagaimana orang Islam di bumi memiliki dua hari raya, lalu hari raya malaikat adalah malam Bara‟ah
yaitu malam Nisfu Sya‟ban dan malam Lailatul Qadar, sedangkan hari raya orang-orang mukmin adalah
Idul Fitri dan Idul Adha.Maka pada malamNisfu Sya‟ban telah datang Jibril kepada Rasulullah saw, lalu
katanya : “Angkat kepalamu kelangit, itulah malam dibukakan Allah SWT, padanya tiga ratus rahmat dan
diampunkan Allah sekalian orang-orang yang tidak menyekutukan (menyirikkan) denganNYA sesuatu,
kecuali : tukang nujum, kekal dalam zina, kekal minum arak dan durhaka terhadap kedua orang tua (ibu – Bapak)”

Dikatakan dalam kitab Al-Barokah, bahwa jin, burung, binatang-binatang buas, ikan dilaut, puasa
mereka pada hari Nisfu Sya‟ban. „Dikatakan dalam kitab Iqna‟ : bahwa Jibril bersungguh-sungguh pada
malam Nisfu Sya‟ban menunaikan segala hajat, maka datanglah Jibril kepada Rasulullah saw, kali
keduanya, katanya : “Ya Muhammad, gembiralah kamu bahwa Allah SWT telah mengampunkan segala
ummatmu orang yang tidak mensekutukanNYA sesuatu, angkatlah kepalamu”, lalu Rasulullah pun
mengangkat kepalanya, tiba-tiba terbuka segala pintu syurga. Dalam riwayat yang lain, menyatakan terbuka
segala pintu langit. Di pintu langit yang pertama malaikat menyeru, kemenangan bagi orang yang ruku‟
pada malam ini. Pada pintu langit yang kedua malaikat menyeru, kemenangan bagi orang yang sujud pada
malam ini. Pada pintu langit yang ketiga malaikat menyeru, kemenangan bagi mereka yang minta doa. Pada
pintu langit yang keempat, malaikat menyeru, kemenangan bagi orang yang berzikir. Pada pintu langit
yang kelima malaikat menyeru, kemenangan bagi orang yang menangis takut kepada Allah SWT. Pada
pintu langit yang keenam malaikat menyeru, kemenangan bagi orang-orang yang mengerjakan amal
kebajikan. Pada pintu langit yang ketujuh malaikat menyeru, kemenangan bagi orang yang meminta, maka
dikaruniakan permintaannya. Dan pada pintu langit yang kedelapan malaikat menyeru, adakah orang yang
meminta ampun, maka diampunkan baginya.

Nabi bertanya kepada Jibril : “Sampai kapankah terbukanya
semua pintu ini?” Jawab Jibril : “Sehingga naik fajar subuh dan katanya lagi, pada malam ini
dimerdekakan hambaNYA yang mukmin laki-laki dan perempuan dari api neraka sebanyak bulu kambing
Bani Kitab (orang-orang yang paling banyak memelihara kambing)”. Dalam riwayat yang lain, Allah SWT
memerdekakan hambaNYA dari neraka sebanyak bintang-bintang dilangit dan sebanyak hari didunia dan
malamnya, pada malam inilah dihantarkan Allah akan Jibril ke Syurga untuk menghiasi Syurga.
Shalat malam Nisfu Sya’ban
Shalat malam Nisfu Sya‟ban, sabda Rasulullah saw : “Apabila pada malam Nisfu Sya‟ban, maka
berjagalah kamu pada malamnya sholat, beribadah dan puasa pada siangnya”. Sabda beliau : “Hai Aisyah,
adakah engkau izinkan aku sholat malam ini ?”. Jawab Aisyah : “Ya, aku izinkan “, lalu Nabi pun sholat
sepanjang malam Nisfu Sya‟ban itu, beliau sujud terlalu lama masanya, sehingga aku sangka beliau telah
diambil ruhnya (mati), lalu aku tutupkan dengan kain, aku letakkan tanganku diatas dua telapak kakinya,
maka bergerak ia, gembiralah aku karena beliau masih bernapas lagi dan aku dengar beliau membaca
didalam sujudnya, A‟udzu bi „afwika min „iqabik, wa a‟udzu bi ridhaka min sakhatik, wa a „ udzu bika
minka jalla wajhakal ansha tsanaan anta kama atsnaita „ala nafsik.
Barang siapa sholat pada malam Nisfu Sya‟ban antara Maghrib dan Isya terlebih dahulu lalu
membaca surat Yasin tiga kali, pertama dihajatnya panjang umur, baca doanya, kemudian baca Yasin, niat
diluaskan rezekinya, baca doanya dan ketiga baca Yasin, niat dimintakan tetap iman. Sebelumnya sholat
dua rakaat, dengan niat sholat Nisfu Sya‟ban, ayat setelah Al-Fatihah dibaca Qulya ayyuhal kafirun dan
rakaat kedua setelah Al-Fatihah baca Qulhuallahu ahad, baru setelah selesai sholat baca Yasin tersebut
tiga kali. Pada malam tersebut sangat baik diperbanyak istighfar, taubat dari segala dosa-dosa besar dan
kecil dan meminta diampunkan dosa kedua ibu bapak dan keluarga. Terus baca Saidatul Istighfar
(penghulu istighfar).
Akhirnya mari kita beramal menurut keimanan masing-masing, kalau tak dapat dikenakan semua,
ingat kelebihan umur kita yang tinggal tetap dipikirkan, rebutlah amal sebanyak-banyaknya, bertaubat
dengan taubatan nashuha dengan segala kesungguhan untuk bekal kita di akhirat. Mari kita laksanakan
dengan sebaik-baiknya dan kita harapkan maghfirahNYA. Aamiin…Aamiin ya robbal alaamiin.

( Penulis :
SDS. Al-Washliyah Bromo Medan, Guru SDS. Tunas Harapam Mandiri Tanjung Anom, Dosen
STAI/PGMI Hikmatul Fadhillah, Pelatih Pramuka Kwartir Cabang Kota Medan ).

Medan, 24 Maret 2021
ELLIS TRI SANDAWATI, SE
WA. 083157326556 / Tel 081264886933

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.