Transnusantara.co.id
Asahan,
Terkait keluhan masyarakat tentang pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kabupaten Asahan yang dinilai kurang maksimal.
Humas RSUD HAMS Kabupaten Asahan Wahyu Adi menjelaskan kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (19/10/2022).
“Sesuai dengan misi dari pak Bupati, peningkatan pelayanan dengan melibatkan peran serta masyarakat. Ya, ini bagian dari misi pak Bupati. Dan, kita harus wellcome dengan semua masukan dan kritikan. Ini harus kita jalankan,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, pasien yang ditangani di RSUD HAMS Kabupaten Asahan per hari berkisar 350 – 400 orang.
“Karena instruksi Bupati Asahan, maka RSUD HAMS Kabupaten Asahan tidak membatasi pasien yang mendaftar untuk berobat,” jelasnya.
Namun, ia mengakui, bahwa masih banyak fasilitas yang perlu dilengkapi untuk memberikan rasa nyaman bagi para pasien selama berada di RSUD HAMS Kabupaten Asahan.
“Untuk kedepan, RSUD HAMS Kabupaten Asahan akan menyediakan tempat pendaftaran pasien yang nyaman,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan, saat ini, RSUD HAMS Kabupaten Asahan masih merancang aplikasi daftar online bagi pasien.
“Hal tersebut merupakan 10 program Bupati Asahan. Jadi, pasien gak perlu repot ke RSUD HAMS Kabupaten Asahan ini. Cukup dengan masuk ke aplikasi, bisa langsung cek jadwal dokter dan ruang rawat inap yang kosong,” cetusnya.
Kemudian, terkait jam masuk kerja dokter di RSUD HAMS Kabupaten Asahan, ia menyebutkan, sesuai dengan jam masuk kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah ditetapkan oleh negara. Para dokter dan pegawai RSUD HAMS Kabupaten Asahan masuk kerja pada pukul 07.30 Wib.
“Kebetulan kita sudah pakai fingerprint bang. Jadi, para dokter masuk ke kantor pukul 07.30 Wib. Terus, memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat mulai pukul 09.00 Wib,” pungkasnya.
( T.Rendi.A.S.Sos )
