KABUPATEN BATU BARA TERUS BERPACU DENGAN WAKTU, DI NAHKODAI PUTRA ASLI ANAK NEGERI

Opini329 views

 

Penulis :
Nopel Harahap
Kabiro TransNusantara Batu Bara.

TransNusantara co.id-
Batu Bara,
Salah satu Kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten induk Asahan, yang berada di tepi selat Malaka dengan jumlah penduduknya 410.678.000 jiwa, suku terbesar suku Jawa, diikuti suku Melayu dan suku Batak, agama mayoritas Islam.

Kabupaten muda yang berdiri pada
08 Desember 2006 itu terus berbenah diri, seiring dengan berjalannya waktu ke waktu. Pembenahan segala lini ini merupakan program kerja Bupati Batu Bara Ir.H.Zahir, MAP yang putra asli (anak negeri).Batu Bara yang lahir, dan di besarkan di tanah Batu Bara ini.

 

 

Merubah sesuatu itu tentu tidak semudah membalikan telapak tangan dengan sim salabim, langsung jadi,
ada proses yang panjang untuk bisa mengarah kearah yang tentunya lebih baik dari masa-masa sebelumnya, apa yang yang sedang dan akan segera dilaksanakan, adalah bukti tanggung jawab anak negeri untuk terus membangun tanah kelahirannya.

Pro kontra adalah bagian yang tidak bisa di pisahkan dalam proses hidup dan kehidupan ini, wajar-wajar saja ada pro dan ada yang kontra.

 

 

 

 

Rasulullah SAW  saja urusan Allah,yang sudah di jamin masuk surga, banyak juga yang kontra saat beliau menyebarkan agama Islam di bumi ini.
Jangan ketika rezeki itu tidak atau belum hadir ke diri kita, terus kita memvonis pemimpin negeri ini, tidak baik tidak adil dan lain- lain dan sebagainya.
” Dewasalah kita menyikapi sesuatu yang ada di hadapan kita,”
Ujar Samsudin tokoh masyarakat Sei balai ketika berdialog dengan TransNusantara jelang pergantian tahun 2022 ke 2023 di Sei balai, Sabtu, ( 31/12/2022 ).

Pembangunan kantor Bupati Batu Bara
di kelurahan Lima puluh, merupakan satu program yang bertujuan untuk
mempermudah masyarakat berurusan,
satu arah dan satu tujuan, pungkas pria
yang pengusaha pupuk dan obat- obatan pertanian ini dengan serius.

” Jangan karena belum kebagian kue terus merajuk terus negatif thingking, itu tidak dewasa namanya,bekerja berusaha dong mengabdi tidak harus minta imbalan, ” ujarnya fuul semangat. Kita harus fair dan dewasa, menilai setiap sisi, dan lini pembangunan di Batu Bara ini, jangan melihat dan menilai sesuatu itu dari sudut pandang yang negatif saja jelas Samsudin mengahiri dialog.
.
Di usianya yang ke 16 Kabupaten Batu Bara sudah banyak meraih penghargaan, dari kementrian dan beberapa organisasi atas jasa- jasa seorang Zahir telah mengantarkan kabupaten ini kearah yang lebih baik dan lebih baik lagi.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *