TransNusantara.co.id–Deli Serdang, Ketua Partai Buruh Sumatera Utara, Willi Agus Utomo, diserang dengan cara kasar oleh sejumlah pereman saat berdiskusi dengan para warga yang memprotes pemagaran akses kerumah warga yang dilakukan oleh sebuah perusahaan di desa Dagang Kerawan Kec. Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin ( 3/4/2023 ).
Sehubungan hal tersebut, Willy meminta kepada pihak Kepolisian agar segera menangkap sejumlah pereman yang diduga suruhan dari perusahaan, untuk dilakukan proses hukum.
Demikian disampaikan Willy kepada awak media di Desa Dagang Kerawan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tepatnya didepan Lapangan Peston, pada Senin 3 April 2023, baru-baru ini.
Sebelumnya, bahwa sejumlah warga memprotes perusahaan PT Morawa Indah Propertindo, yang memagar diatas lahan dengan cara sepihak yang merupakan akses kerumah warga. Mereka mengerahkan puluhan pekerja yang dikawal puluhan oknum preman, ujar Willy.
Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo yang berempati dengan warga datang kelokasi kejadian perkara, akan tetapi belum lagi memberi peryataannya dan masih berdiskusi dengan para warga yang protes, puluhan preman diduga bayaran pihak perusahaan menyerang ketua Partai Buruh Sumut dan mengancam akan menganiayanya dan berkata kata sangat kasar, tidak hanya dikatai kasar, Willy juga dibully oleh puluhan preman tersebut.
” Saya kemari hanya Bersolidaritas atas nama kemanusiaan, bagaikan mereka warga sudah puluhan tahun tinggal mau di pagar rumahnya tanpa alasan yang jelas, maka saya hadir, tapi malah saya diserang,” ucap Willy Agus Utomo Ketua Partai Buruh kepada wartawan.
Terkait hal ini, Willy tetap menyatakan akan terus mendampingi Warga desa Dagang kerawan yang mencari keadilan.
“Kami akan minta Forkominda memeriksa seluruh izin usaha PT tersebut, dan hak apa mereka bisa seenaknya magar rumah dan warung warga, hingga kini akses keluar mereka sudah sulit,” Ungkap Willy.
Berkait penyerangan dan pembulian terhadapnya dan vidionya sudah viral, Willy meminta Kepolisian menangkap para pelaku sebagai efek jerah.
” Jangan gagah kali sama rakyat kecil, dan itu sudah sangat keterlaluan menggunakan cara cara kasar dan mengancam orang yang tak bersalah, semoga polisi bertindak,” pungkasnya.
(Ahmad/Tn)
