Oleh: Nuraida
Prodi : Bimbingan Konseling Islam
Fakultas : Ushuluddin Adab Dan Dakwah IAIN Langsa
Aktivitas pembelajaran di IAIN Langsa sebelum datang covid 19 berjalan dengan lancar. tetapi di awal 2020 dunia digemparkan dengan adanya virusyang bernama Coronavirus jenis baru atau bisa disebut dengan (Sars-cov-2). Dan penyakitnya ini bisa disebut juga dengan coronavirus disease 2019 (covid-19). Dapat kita ketehui bahwa virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok, yang ditemukan pada akhir desember tahun 2019. Dan sampai sekarang ini dapat kita pastikan sudah banyak yang terkena covid-19, dan salah satunya termasuk indonesia. Disebabkannya covid-19 masuk ke indonesia berawal dari suatu acara yang ada di jakarta dimana pada saat acara ini penderita terkontak dengan salah satu warga yang berasal dari warga negara asing yaitu (WNA) yang berasal dari jepang yang tinggal di malaisya dan setelah dari pertemuan tersebut penderita menjadi mengeluh demam, batuk, dan sesak napas (WHO. 2020).
Berdasarkan data yang dari tanggal 2 Maret 2020 angka mortalitas di seluruh dunia mencapai 2,3%, sedangkan khususnya pada kota wuhan yaitu 4,9, dan di provinsi Hubei 3,1%, dan angka ini diprovinsi lain di Tiongkok mencapai 0,16%, hingga pada tanggal 28 Maret 2020 jumlah khususnya yang sudah terenfeksi hingga mencapai 571-678 kasus. Yang awalnya kasus ini terbanyak di Cina namun pada saat ini, kasus yang terbanyak di Italia dengan kasus mencapai 86.498, diikuti oleh Amerika mencapai dengan 85.228 di Cina 82.230 kasus. Dan ddi indonesia sendiri sudah mencapai 1.115 kasus.
Dan dikarenakan virus ini sudah banyak menyebar luas membuat beberapa negara harus melakukan lokdown, ini dilakukan agar virus corona agar cepat terputus rantai penyebarannya. Negara yang pertama kali mlakukan lokdown yaitu negara malaisya dan diikuti oleh negara-negara lain termasuk juga indonesia. Dan ini membuat berhentinya kegiatan bekerja, tutupnya tempat-tempat ibadah dan dilarang mudik pada saat Idul Fitri, dan tutupnya sekolah/ kampus membuat pembelajaran disekolah ataupun di kampus harus diberhentikan dan ini terjadi sampai sekarang ini.
Walaupun sekarang ini sekolah maupun kampus sudah ada yang melakukan pembelajaran secara tatap muka tetapi ada juga kampus atau sekolah yang belum melakukan kegiatan pempelajaran secara tatap muka ada beberapa mahasiswa yang saya wawancarai untuk membahas terkait dampak Covid -19 pada proses pembelajaran di IAIN Langsa.
Menurut salah satu mahasiswa di IAIN (Langsa) yang berinisial (ND) mengatakan bahwa pembelajaran kuliah daring selama Covid 19 pembelajarannya sangat tidak efektif dikarenakan karena sinyal yang tidak mendukung dan itu membuatnya ketinggalan materi yang diberi dosen (ND) juga mengatakan bahwa selama kuliah daring yang dilakukan dirumah membuatnya malas kuliah dikarenakan tidak mengerti apa yang dibahas selama perkuliahan dari tersebut.
Menurut (JS) mengatakan bahwa selama kuliah daring membuat dia tidak fokus dikarenakan terkadang disuruh-suruh oleh orang rumh ketika kuliah dan ini membuatnya tidak fokus pada saat perkuliahan dan (JS) juga mengatakan bahwa dia sering bosan ketika kuliah karena terus-menerus menatap HP dan sering terganggu juga saat kuliah dan tidak ada ketenangan saat kuiah karena dilingkungannya sangat berisik orang lewat.
Dan terakhir menurut (ML) pembelajaran selama Covid 19 membuatnya malas untuk mengerjakan tugas dikarenakan tidak mengerti tugas yang diberikan oleh doses, dan (ML) juga mengatakan bahwa sekarang-sekarang ini sudah ada kuliah tatap muka dan itu membuatnya malas untuk pergi ke kampus dikarenakan sudah nyaman dirumah.
Dan dari sini dapat kita simpulkan bahwa selama covid 19 ini pembelajaran yang dilakukan di IAIN Langsa sangat-sangat tidak efektif karena banyak mahasiswa yang mengeluh selama kuliah daring .
