Medan – Transnusantara.co.id- jamaah Pengajian Bundo Kanduang, Ikatan Keluarga Sei Puar ( IKSP ) kota Medan dan sekitarnya, usai melakukan pengajian pada bulan Maret 2024, melakukan tour wisata religi dalam rangka menyambut bulan Ramadan 1445 H. Jamaah yang mengikuti tour wisata religi sebanyak 44 orang, rute perjalanan, Medan, Serdang Bedagei, dan Tebing Tinggi. Pengajian yang diadakan di Mesjid Raya Serdang Bedagei penceramahnya Ustadz Fadli, dengan mengusung tema menjalin silaturahmi Ikatan Keluarga Sei Puar ( IKSP ) se Sumatera Utara.
Ketua rombongan tour wisata Religi Belvaliza Koto mengatakan, peranan wanita dalam masyarakat antara lain bekerja, berorganisasi, berserikat, dan berupa sebagai pendidik. Akan tetapi Islam mengajarkan agar aktivitas diluar rumah tidak sampai mengorbankan tugas utamanya sebagai istri dan ibu.

” Kami telah menjalankan program kegiatan keagamaan setiap tahunnya, selain melakukan pengajian, memberikan santunan kepada anak yatim piatu, kedepan insyaallah akan melakukan umrah,” ujar ketua rombongan tour wisata religi, kepada Trans Nusantara di Medan.
Dia mengungkapkan, Kesadaran untuk saling berbagi tidak saja merupakan sikap mulia yang diajarkan agama, lebih jauh dari itu pikiran naluri manusia sebagai mahluk sosial selalu menuntut kita untuk bersikap peduli terhadap segala penderitaan, kekurangan dan keterbatasan yang dirasakan sesama.
Ada disisi lain dari batin kita yang ikut menderita atau merasa bersalah ketika memiliki dan merasakan kemudahan hidup dengan berbagai fasilitasnya, sementara disaat yang sama kita tahu ada disekitar kita yang bahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok pun terasa sulit.

Menurutnya, peranan wanita dalam agama telah menetapkan bahwa wanita adalah pendamping sebagai khafilah di muka bumi. Wanita mempunyai peranan yang sangat penting karena ia berperan sebagai perantara lahirnya manusia sebagai generasi penerus maupun sebagai pembina akhlak yang tinggi.
Setitik cahaya menjadi harapan kita bersama, ketika naluri kesadaran kita bergerak untuk melakukan amal nyata dengan berbagai terhadap sesama, Ikatan Keluarga Sei Puar ( IKSP ) di perantauan atau dimana berada tetap solid persaudaraan persatuan dan kesatuan, pungkas, Belvaliza Koto.
( Musal Fiqri Tanjung )
