Medan – Transnusantara.co.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi para narapidana, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi. Terkait hal itu melakukan renovasi dapur masak menjadi “Dapur Sehat” menyerupai dapur di hotel.
Maju Amintas Siburian mengatakan, pembangunan dapur masak tersebut dirancang memperhatikan aspek higienitas, regulasi, dan transparansi, sejalan dengan peraturan yang berlaku dan komitmen Lapas I Medan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para narapidana.
Menu Sehat dan Bergizi, yang disajikan mengikuti ketentuan dan jadwal makan yang telah ditetapkan. ” Menu masakan disusun secara berganti setiap 10 hari untuk memastikan variasi dan kecukupan gizi bagi para narapidana.” Ujarnya.

Diharapkan, para narapidana mendapat edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan Dapur Sehat.
Lebih lanjut, Siburian menjelaskan, kebersihan tidak hanya sebatas tampak bersih, tapi juga terhindar dari virus dan bakteri. Lapas I Medan berkomitmen untuk selalu terbuka dan transparan dalam pengelolaannya, dan selalu memberikan informasi terbaru dan tidak menyembunyikan apapun dari publik.
Lapas I Medan selalu bersikap mengayomi para narapidana, karena mereka adalah manusia dan harus diperlakukan dengan manusiawi, Kami memastikan mereka mendapatkan fasilitas yang lengkap dan makanan bergizi.
Para narapidana yang bertugas di Dapur Sehat Lapas I Medan telah melalui proses seleksi dan pelatihan yang ketat untuk memastikan kesehatan dan higienitas di lingkungan dapur.
” Narapidana yang menangani masak-memasak di Dapur Sehat telah melalui assiment dan discrining. Ini untuk memastikan kesehatan di ruang lingkungan dapur sehat Lapas I Medan, “ungkap Kasi Perawatan Rudi Sembiring didampingi Kabid Pembinaan Tiwa Bru Sembiring.
Inovasi Dapur Sehat ini merupakan bukti komitmen Lapas I Medan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan bagi para narapidana. Dengan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi, Lapas I Medan berharap dapat membantu para narapidana untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik dan siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan bermanfaat.
(Hisar LG).
