Simalungun, Transnusantara.co.id–Sangat disayangkan kucuran dana desa dari pemerintah pusat diduga di salah gunakan oleh oknum kepala desa Nagori Dolok Merangir 1 Kec Dolok Batu Nanggar kenapa tidak sebelumnya selain di temukan mobil milik pemerintah Nagori beberapa bulan yang silam mengangkat alat peraga kampanye salah satu calon presiden oleh warga .
Kini , pengadaan hewan ternak jenis lembu yang bersumber dari dana desa juga menjadi pembicaraan hangat tengah masyarakat .
Pasalnya sampai saat ini keberadaan lembu yang bersumber dari dana desa anggaran tahun 2018 oleh pemerintah Nagori Dolok Merangir 1 ini bak hilang di telan bumi” demikian bincang warga ke media yang enggan namanya dipublish kamis (10/10/2024) sekitar pukul 20.00 wib.
” Hingga kini,katanya jangan kan keberadaan lembu kandangnya saja hingga saat ini tidak pernah tau dimana tempatnya”ujar warga tersebut terheran heran.
Untuk memastikan dan melanjutkan informasi warga tersebut awak media memintai keterangan dari Anto yang merupakan salah satu aparatur desa pemerintah nagori tersebut pada Kamis 10/10/2024.
Ia mengatakan karena sakit, lembunya telah dijual atas musyawarah Maujana beserta Pangulu serta pendamping desa .
“Itu sekitar 8 ekor lembunya yang dijual dengan harga dibawah 30 jutaan se ingatku bang”tutur Anto menjelaskan.
” Kalau terkait uang dari penjualan lembu itu , saya tidak ada menerima . Setau saya uang dari hasil penjualan lembu tersebut pemerintah desa Dolok Merangir 1 itu katanya dimasukan ke kas desa bang” lanjutnya.
” Kalau mau yang lebih jelas lagi terkait penjualan lembu itu , tanya aja langsung ke pengulu dan maujana bang mereka lebih tau “Ucapnya .
Ditempat terpisah Erwin Hadi Purba selaku pangulu Nagori Dolok Merangir 1 saat dimintai keterangan melalui pesan What sapp tidak memberikan balasan dan memilih bungkam ,terkait penjualan lembu yang bersumber dari dana desa tersebut.
Erwin Purba selaku kepala desa yang bertanggung – jawab selaku pemerintah Nagori Dolok Merangir 1 juga tidak dapat dimintai keterangan sehingga berita naik ke meja redaksi.(tim)
( B.Saragih, S.Pd )
