Proyek Rehabilitasi Irigasi Di Negeri Malela (lingga) Kecamatan Gunung Malela Diduga Asal Jadi

 

Transnusantara.co.id, Simalungun – Saat informasi dari masyarakat Negeri Malela (Lingga) Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun bahwasanya ada pengerjaan proyek rehabilitasi Jaringan irigasi senilai pagu anggaran Rp 1.143.001.000,00 miliyar diduga Asal jadi.

Awak media mendatangi pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Nagori Negeri Malela (Lingga) Kecamatan Gunung Malela,Kabupaten Simalungun pada hari kamis tanggal 24-10 2024 oktober sekitar pukul 08.29 Wib.

Pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh PT. Parsona Jaya Mandiri Heston Pardede berkantor dijalan Melanton Siregar,Gang Hasibuan, Pematang Siantar.

 

 

Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Nagori Negeri Malela (Lingga) terlihat hanya plesteran separuh saja dan hanya memakai dinding yang terlihat lama dan tidak ada orang yang bekerja dilokasi irigasi tersebut dan tidak ada pengawasan dari Dinas PSDA Kabupten Simalungun, sehingga kuat dugaan pekerjaan proyek anggaran Rp 1.143.001.000,00 miliar (satu milyar seratus empat puluh tiga juta seribu rupiah) asal jadi.

Saat awak media mau meninggalkan lokasi proyek perkerjaan rehabilitasi jaringan irigasi terlihat ada salah satu seorang yang datang ke lokasi pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi.

Saat awak media mengkonfirmasi salah seorang tersebut mengatakan” Saya tukangnya dan baru mau masuk untuk mengerjakan rehabilitasi jaringan irigasi ini dan yang mengerjakan orang yang pertama udah lari dan udah tidak ada lagi yang mengerjai karena tidak termakan secara langsiran ini tidak dapat” ujarnya.

Lanjutnya” Dan ini pemborongnya bernama Heston Pardede dan ini pun kami orang kampung sininya dan yang untuk mempertanggung jawab kan perkerjaan ini belum ada dan saya pun masih melihat lokasi dan orang yang lama yang mengerjai pertama orangnya sudah lari dikarenakan tidak termakan langsiranya itu perkerjaan pagunya mahal Rp. 200,000 per pasangan kalah dilangsiran” ucapnya.

Sekitar pukul 12,47 Wib. awak media mencoba mendatangi kerumah dinas PSDA yang bernama koter untuk dikonfirmasi mengenai rehabilitasi jaringan irigasi yang tidak ada terlihat orang yang bekerja dilokasi dan terlihat hanya ada 2 alat molen yang berada dilokasi.

Koter yang sebagai dinas PSDA dikonfirmasi oleh awak media mengatakan” Iyah macam mana kubilang sedangkan saya hanya dititpkan dan numpang semen dirumah saya dan saya tidak ada apa-apa” ujarnya.

Koter yang sebagai dinas PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) menambahkan” Kalau orang itu waktu kerja posisi mesin mati, dan sama numpang semenya gak lebih jadi apa mau saya bilang sedangkan masalah pekerjaannya saya pun enggak ngerti cuma hanya batas titip semen dan karenakan saya dinas perairan” pungkasnya.

Sambungnya” Waktu orang itu kerja dan waktu dimatikan airnya dan itupun ada gilirannya baik juga yang mengawasi itu orangnya yang bermarga Siahaan kadang-kadang datang dan kadang-kadang pula tidak dan juga enggak pasti juga dan aku waktunya mati air saya matikan dan masalah pekerjaan mereka sudah selesai saya gak tahu juga saya masalah itu” himbunya.

Lanjutnya” Karena langsung dari dinas kadang-kadang datang orang itu langsung dan juga entah orang itu seminggu sekali dan entah sekali atau dua kali datangnya orang itu dan karenakan orang itu tidak satu tempat saja setahuku yang dari dinas perairan dan yang bernama Oto itu aja dikarenakan dialah pengawasnya” tutupnya

Mengharapkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) segera mungkin untuk menangani kejanggalan proyek Rehabilitasi irigasi diduga asal jadi.

( A.H. Nababan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *