Kalapas Kelas I Medan Tutup Pelatihan Kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan Bidang Konveksi Menjahit Angkatan I dan II T.A 2024

 

Medan – Transnusantara.co.id – Kalapas Kelas I Medan M.Pithra Jaya Saragih secara resmi  menutup kegiatan Pelatihan Kemandirian warga binaan pemasyarakatan bidang konveksi menjahit angkatan I dan II T.A.2024, di Medan, Senin ( 28/10/2024 ).

M.Pithra Jaya Saragih mengatakan, peserta pelatihan sebanyak 40 warga binaan. Pelaksanaannya bekerja sama dengan  Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nurul Al Ridha Medan.

Acara penutupan ini dihadiri oleh selain Kepala Lapas, M. Pithra Jaya Saragih, tim pelatih dari LKP Nurul Al Ridha, peserta pelatihan, dan undangan.

 

 

Dalam acara penutupan, dilakukan pameran dengan menampilkan hasil karya warga binaan  selama mengikuti pelatihan. Produk yang ditampilkan mulai dari  kemeja, kaos, hingga aksesori tekstil lainnya, sebagai bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas I Medan, M. Pithra Jaya Saragih, menyampaikan apresiasi mendalam kepada LKP Nurul Al Ridha atas dukungan dan kontribusi mereka dalam menyukseskan program pelatihan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada LKP Nurul Al Ridha yang telah bekerja sama dengan penuh dedikasi, membimbing para warga binaan kami agar memiliki keterampilan baru yang bermanfaat. Pelatihan ini adalah bekal penting bagi para warga binaan untuk memulai hidup baru dengan kemandirian setelah mereka kembali ke masyarakat, “ungkapnya.

Program pelatihan ini mengajarkan keterampilan menjahit dari dasar hingga tingkat mahir, termasuk pembuatan pola, pemotongan kain, dan teknik jahit yang benar.

Setiap peserta yang menyelesaikan pelatihan juga mendapatkan sertifikat keterampilan sebagai bukti kompetensi, yang dapat digunakan untuk bekerja atau memulai usaha konveksi mandiri.

Pimpinan LKP Nurul Al Ridha, Arya Susanti, turut mengapresiasi dedikasi peserta dalam mengasah keterampilan.

“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh dapat berkembang menjadi peluang usaha dan kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke masyarakat, “ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan, yang akrab dipanggil AN (43), memberikan testimoni tentang pengalamannya. “Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan saya.

Awalnya saya merasa tidak memiliki keahlian, tapi di sini saya belajar membuat pola dan menjahit pakaian dari nol.

Harapannya, keterampilan ini bisa saya manfaatkan untuk memulai usaha kecil-kecilan saat saya bebas nanti, “ujarnya dengan antusias.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, serta pameran hasil karya peserta, sebagai penanda keberhasilan program pembinaan ini dalam memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan, Lapas I Medan.

( Hisar LG ).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *