Orang Tua Murid Minta Pintu Gerbang Depan Sekolah Dasar di Fungsikan dan Kegiatan Ekstra Kurikuler ditiadakan

 

 

Transnusantara.co.id,
Tanjung Anom, Deli Serdang —

Setiap hari terjadi kerumunan banyak orang, dan banyak anak sekolah yang tidak memakai masker, di gang kecil, akses jalan menuju pintu gerbang samping Gedung Sekolah Dasar ( SD ) Swasta, Nur Adia di jalan Besar Tanjung Selamat, Deli Serdang, tepatnya di perbatasan Kota Medan.

Hal tersebut disampaikan orang tua murid, kepada Trans Nusantara, Sabtu ( 4/8/2021 ), saat menjemput anaknya dari sekolah itu

Menurutnya, kerumunan orang banyak, adalah akibat pintu gerbang depan sekolah Dasar tersebut tidak difungsikan, jadi orang tua murid menunggu anaknya pulang sekolah, di gang kecil, akses jalan ke pintu gerbang samping dan belakang gedung sekolah.

Orang tua murid lainnya, yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sekolah tersebut sudah melakukan Sekolah Tatap Muka sejak 3 bulan yang lalu, masuk sekolah Senin hingga Sabtu ( 6 hari ), tapi pada pagi hari anak sekolah, masuknya maupun pulangnya, dari pintu gerbang belakang dan samping, sedangkan pintu gerbang depan selama Sekolah Tatap Muka, hingga saat ini tidak dibuka, sehingga akibatnya setiap hari saat orang tua murid hendak menjemput anaknya terjadi kerumunan.

Dalam hal ini, diminta perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, untuk mencari solusi dalam mengatasi permasalahan ini.

Selama tiga bulan ini, orang tua mengantar dan menjemput anaknya melalui pintu gerbang belakang dan samping, karena pintu gerbang depan gedung ditutup.

Akses ke belakang sekolah, harus melalui gang, sepanjang 200 meter lebih, lebar gang hanya 2,5 meter, terlihat para orang tua murid mengantar maupun menjemput anaknya menggunakan sepeda motor, sudah jelas mengalami kesulitan karena jalannya sempit.

Yang paling memprihatinkan adalah, saat orang tua murid menjemput anaknya.
Sebelum murid pulang sekolah, orang tua murid ngumpul berdesakan menunggu anaknya keluar dari sekolah.

Kerumunan antara orang tua ( penjemput ) dan anak sekolah tak terhindarkan, setiap harinya di gang tersebut.

Terjadinya kerumunan, sekitar pukul 10.00 WIB pagi saat anak murid SD kelas 1 pulang sekolah, dan pukul 01.00 WIB murid SD kelas 3 pulang.

Murid SD kelas 1 masuk pukul 07.00 WIB pagi pulang sekolah pukul 10.00 WIB pagi, ( 3 jam ) sedangkan murid SD kelas 3 masuk pukul 07 pagi, pulang pukul 01.00 WIB Siang ( 6 jam )

Orang tua murid lainnya mengatakan, sebaiknya pihak sekolah membuka pintu gerbang depan, tidak melalui pintu belakang ataupun pintu samping gedung seperti saat ini, agar tidak terjadi kerumunan saat orang tua murid menjemput anaknya.

Selain itu, yang menjadi keberatan orang tua murid, adalah tentang kegiatan Ekstra Kurikuler sekolah, yang sudah diberlakun bagi murid Sekolah Dasar kelas 3, 2, dan murid kelas 1. dll kelas.

Kegiatan Ekstra Kurikuler yang dilakukan yakni, kegiatan Pramuka, Drambend, dan Karate.

Kegiatan ini diwajibkan kepada murid untuk memilih 2 dari 3 kegiatan tersebut.
Rencananya diadakan 2 kali dalam seminggu, masuk pukul 3.30 WIB sore hingga pukul 5.30 WIB sore.

Masalah keberatan orang tua murid tersebut, sudah disampaikan kepada guru sekolah, melalui Group Wats App orang tua murid, namun tidak ada tanggapan dari pihak sekolah.

Alasan orang tua murid menolak ekstra kurikuler untuk murid Sekolah Dasar ( SD ), kelas 1, 2, dan 3, antara lain adalah, khawatir anaknya terpapar covid 19, takut anaknya tidak mampu mengikuti kegiatan karena usianya, dan bisa jatuh sakit karena kelelahan tidak ada istirahat, dari pagi hari sampai menjelang magrib.

Oleh karena itu, diharapkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang agar dapat mempertimbangkan keberatan orang tua murid, atas kebijakan yang dibuat sekolah tersebut.

Selain itu diminta, agar benar benar melakukan pengawasan yang ketat terhadap sekolah tersebut, terkait protokol kesehatan secara benar.

( TN/Redaksi ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *