Wakil Menteri Agama RI Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat  Melayu Batu Bara

 

 

Penulis, Nopel Harahap Kabiro Transnusantara.co.id Batu Bara

Batu Bara, Transnusantara–
Lembaga Adat Melayu Batu Bara ( LAM – BB ) secara resmi dikukuhkan. Kegiatan tersebut dihadiri  Wakil Menteri Agama RI, Dr.KH.Romo R.Muhamad Safii,SH.M.Hum.

Bupati Batu Bara, H.Baharuddin Siagian,SH,M.Si Menyambut secara resmi Wakil Menteri Agama-RI dikantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima puluh, Kamis,(05/01/2026).

Kedatangan Wakil Menteri Agama-RI
dalam rangka menghadiri, pengukuhan Lembaga adat Melayu Batu Bara
(LAM-BB),serta pelantikan generasi
Melayu peduli adat dan majelis Perempuan melayu masa bakti,
2025-2029.

Dalam sambutannya, Bupati Batu Bara menyampaikan apresiasi dan
rasa hormat atas kehadiran Wamenag,
yang dinilai sebagai dukungan nyata Pemerintah pusat terhadap pelestarian
adat dan budaya daerah khususnya, budaya Melayu di Kabupaten Batu Bara.

Dirinya menegaskan bahwa pengukuhan dan pelantikan ini memiliki tujuan strategis antara lain, memperkuat kebudayaan daerah,.mengembangkan nilai nilai budaya Melayu serta melestarikan adat istiadat Melayu agar tetap hidup dan relevan ditengah perkembangan zaman.

Selain itu, kegiatan ini diharafkan mampu membangun sinergi dan kolaborasi antara lembaga adat,Pemda
serta Forkopinda dalam menjaga identitas kearifan lokal,melalui lembaga
adat melayu Batu Bara,generasi peduli adat,dan majelis perempuan Melayu.
Kita ingin menghidupkan kembali adat istiadat Melayu agar tidak hanya menjadi warisan tetapi juga menjadi pedoman dalan kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati Batu Bara menyampaikan komitmen Pemda
dalam melestarikan budaya Melayu diwujudkan melalui kebijaksanaan diantaranya, pemakaian baju adat Melayu oleh ASN dijajaran Pemkab Batu Bara setiap hari Jumat,.tradisi mandi berlimau, menyambut bulan suci Ramadhan dan pesta tapai serta pelestarian dan promosi kuliner
khas daerah yaitu, rendang kepah serai ujar,Bupati.

Sementara itu Wamenag-RI mengapresiasi upaya Pemkab Batu Bara dalam upaya menjaga dan melestarikan adat Melayu serta berharap lembaga adat yang dikukuhkan ini dapat menjadi, mitra strategis Pemerintah dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai budaya dan keagamaan.

Wamen menyebutkan bahwa Presiden RI memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan
di Indonesia, bentuk nyata perhatian Presiden adalah, rencana pembangunan sekolah Garuda dan sekolah rakyat,
yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang nantinya akan dibangun di Kabupaten Batu Bara.

Kegiatan ditutup dengan doa sebagai simbol,komitmen bersama dalam menjaga,merawat, dan mengembangkan
warisan budaya Melayu di Kabupaten
Batu Bara.

Turut hadir, Datuk Prof.DR.H.OK.Saidin,
SH,M.Hum, Datuk Prof DR Ir.H.Djohan Arifin, Husein Datuk Prof,DR.Khairul
Anshari,M.Pd, Datuk DR.H.Sakyan Asmara, Datuk Seri Mayjen TNI (Purn) M.HasymDatuk Prof,DR.H.Atifinsyah,
M.AP, Rektor Institut Kesehatan Helvetia
Medan, Datuk DR.H.Ismail Efendy,
Kakanwil Kemenag Sumut,.H.Ahmad qoib,,S.Ag,MM, DPRD Sumut
Ir.H.Yahdi Khoir Harahap,M.BA,
H.Armem Simatupang,SE, H.RivayvTambunan, DPRD Batu Bara,
Ridwan, Forkopinda, Plh.Sekdakab
Batu Bara Asisten 1, Plt.Kadisdik
Batu Bara, Kaban Kesbang pol
Kadis Porabudpar, Camat dan Ormas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *