Bupati Batu Bara Peserta Rakernas ke XVII  APKSI di Batam, Hadiri Acara Penutupan  

Nasional56 views

 

Penulis, Nopel Harahap
Kabiro TransNusantara.co.id Batu Bara

BATAM, TransNusantara.co.id–
Bupati Batu Bara, H.Baharuddin Siagian,SH,M.Si, salah satu peserta Rakernas, menghadiri acara penutupan Rapat Kerja Nasional  ( Rakernas ) ke XVII, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia ( APKSI ).

Kegiatan Rakernas  tersebut ditutup secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian  pada Selasa ( 20/01/2026 ) di Ball Room Grand Lotus Hotel Aston Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Menteri Dalam Negeri  dalam sambutannya menegaskan, Indonesia  berpeluang menjadi kekuatan ekonomi dunia peringkat keempat atau kelima pada tahun 2045 dengan syarat, Kepala daerah berani melakukan investasi besar-besaran pada bangunan sumber daya manusia.

Sejarah membuktikan,Negara yang minim sumber daya alamnya seperti, Singapura dan Jepang mampu maju dengan kekuatan human capital.
Indonesia tidak boleh hanya berbangga pada sumber daya alam, prediksi menjadi kekuatan ekonomi dunia harus diiringi dengan peningkatan kualitas rakyat hingga naik kelas menjadi masyarakat menengah dengan pendapatan perkapita yang tinggi, tegas Mendagri.

Mendagri juga menyoroti sejumlah program strategis nasional seperti,
sekolah rakyat dan program makan bergizi gratis (MBG), sebagai langkah konkret pemerintah pusat dalam memutuskan mata rantai kemiskinan
antargenerasi. Ia mengingatkan
para kepala daerah melalui
pengalamannya melihat langsung kondisi anak-anak di pelosok Papua yang masih mengalami malnaturisi.

Negara hadir melalui sistim ekonomi sosial-kerakyatan. Ini merupakan investasi yang harus didukung penuh oleh para Bupati, jangan sampai
kekayaan alam melimpah, namun SDMnya lemah sehingga hanya menjadi penonton di daerah dan memicu konflik, tambahnya.

Selain itu Mendagri memberikan perhatian serius terhadap efisiensi
dan profesionalisme pengelolaan Badan usaha milik daerah (BUMD). Berdasarkan data Kementerian dalam negeri, sekitar 30 persen dari 1.091
BUMD di Indonesis saat ini mengalami kerugian.

Pengelolaan BUMD harus diserahkan kepada orang-orang yang Profesional, bukan karena kedekatan politik. Jika terus merugi perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar APBD tidak habis untuk mensubsidi tanpa menghasilkan
deviden bagi daerah.
Bangun iklim usahs yang ramah terutama bagi UMKM, permudah perizinan, dan berikan rasa aman bagi pelaku usaha, pungkasnya.

Ketua umum (Ketum) APKASI yang juga Bupati Lahat, Bursah Zamubi
menyampaikan laporan hasil perumusan kebijakan strategis dari 416 Kabupaten anggota APKASI, optimalisasi dana desa (DD) untuk kemandirian pangan serta rekomendasi penataan ulang hubungan pusat dan daerah melalui revisi undang undang nomor  23 tahun 2014. Seluruh hasil rakernas akan disampaikan kepada Pemerintah melalui Mendagri, ungkapnya.

Rakernas menghasilkan 17 rekomendasi strategis,APKASI telah meluncurkan
25 praktik terbaik Pemerintah Kabupaten sebagai upaya pendorong inovasi daerah.

Keikutsertaan Bupati Batu Bara,
diforum Nasional ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
Batu bara .***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *