Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Buka Rapat ANEV Capaian  Triwulan I 2026, Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli Ikuti  Secara Virtual

 

Labuhan Deli – Transnusantara.co.id – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menggelar Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Capaian Kinerja Kementerian Imigrasi Triwulan I 2026 di Jakarta. Rapat dibuka oleh Menteri Agus Andrianto didampingi Wakil Menteri Silmy Karim.

Sementara itu, Kepala  Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli Eddy Junaidi dan jajarannya antara lain.  Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, dan Kepala Seksi Pengelolaan mengikuti rapat secara virtual di Ruang Telekonferensi Rutan Kelas I Labuhan Deli, Selasa (05/05/2026).

Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kinerja dan pengawasan internal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kinerja serta evaluasi capaian program di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dalam rapat, Kementerian Imigrasi  .menyampaikan  pentingnya menjaga integritas serta menghindari berbagai bentuk pelanggaran.

Selain.itu ditegaskan,  larangan keras terhadap keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba maupun praktik makelar kamar.

Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemberian sanksi berat bagi pelanggar.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Jenderal, Asep Kurnia, memaparkan capaian kinerja kementerian selama Triwulan I Tahun 2026 yang telah mencapai 36,99% dari target tahunan.

Capaian ini menjadi indikator awal dalam mengukur efektivitas pelaksanaan program kerja.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Jenderal, Ika Yusanti, menyampaikan capaian kinerja Inspektorat Jenderal sebesar 32% dengan nilai IKPA mencapai 95,95%, yang menunjukkan pengelolaan anggaran berjalan dengan baik dan akuntabel.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, turut menyampaikan capaian kinerja masing-masing unit.

Dalam paparannya, Ditjen Pemasyarakatan mencatat capaian sebesar 33% serta melaporkan hasil tes urine yang menunjukkan adanya temuan penyalahgunaan narkoba pada sejumlah pegawai dan warga binaan sebagai bahan evaluasi bersama.

(Hisar LG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *