MANDAILING NATAL, Transnusantara– Langkah strategis pemulihan lingkungan sekaligus pemberdayaan fasilitas umum dilakukan CV Sumberbatu yang mengubah lahan bekas kegiatan pertambangan di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, menjadi kawasan olahraga terpadu lengkap dengan delapan unit lapangan atau yang dikenal warga sebagai proyek “Lapan Bola”.
Proyek reklamasi besar ini dipimpin langsung oleh Direktur CV Sumberbatu, Maraginda Hakim, S.H., yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami tidak hanya menutup lahan dan pergi, tapi kami hadir untuk memulihkan dan memberikan manfaat jangka panjang. Apa yang tadinya lahan terbuka dan kurang terawat, kini kami sulap menjadi kawasan 8 lapangan olahraga yang bisa digunakan semua kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga masyarakat umum,” ujar Maraginda Hakim, S.H., di lokasi proyek, Jumat (22/5/2026).
Delapan fasilitas olahraga yang dibangun meliputi lapangan sepak bola, lapangan futsal, lapangan voli, lapangan bola basket, hingga sarana olahraga lain yang dirancang memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Konsep ini menjadi percontohan baru di Kabupaten Mandailing Natal, di mana reklamasi lingkungan diselaraskan dengan pembangunan sarana publik.
Selain berfungsi sebagai tempat berolahraga, kawasan ini juga dibangun dengan konsep penghijauan untuk mengembalikan fungsi tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem wilayah Kotanopan. Warga setempat pun menyambut gembira langkah ini, mengingat sebelumnya keterbatasan fasilitas olahraga menjadi kendala utama dalam mengembangkan bakat pemuda daerah.
Melalui proyek ini, CV Sumberbatu berharap dapat membuktikan bahwa kegiatan usaha dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Perusahaan berkomitmen menyelesaikan pembangunan dan menyerahkan fasilitas ini dalam kondisi siap pakai, guna mendukung kemajuan olahraga serta kenyamanan hidup masyarakat Mandailing Natal.
( Ahmad Suleman )
Pembangunan kawasan 8 lapangan olahraga ini dijadwalkan akan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026 dan akan dikelola secara bersama-sama dengan pemerintah daerah serta elemen masyarakat.
