KOTANOPAN, Transnusantara.co.id— Seorang pengusaha asal Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berencana segera membangun Jembatan Rambin Huta Padang yang melintasi Sungai Batang Gadis. Pembangunan tersebut dilakukan untuk mempermudah sekaligus meningkatkan keamanan akses masyarakat dalam beraktivitas.
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 250 meter itu selama ini menggunakan lantai papan dengan tali sling baja sebagai penahan beban. Ke depan, jembatan tersebut direncanakan dibangun secara permanen menggunakan konstruksi beton dengan anggaran pribadi pengusaha asal Kotanopan tersebut.
“Untuk anggarannya, kemarin kita hitung sekitar Rp2 miliar,” ujar pengusaha tersebut, Senin (24/8/2026).
Ia mengatakan, pembangunan jembatan secara permanen menggunakan dana pribadi merupakan bentuk pengabdian dan sumbangsih kepada masyarakat. Selain mempermudah akses, pembangunan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang setiap hari menyeberangi Sungai Batang Gadis.
“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sebelumnya pernah meninjau kondisi Jembatan Rambin Huta Padang dan menyampaikan rencana pembangunan. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kapan pembangunan jembatan tersebut akan direalisasikan.
“Melalui Wakil Bupati, pemerintah pernah meninjau jembatan ini, tetapi kapan akan dibangun belum ada kepastiannya,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat bermarga Lubis mengaku bersyukur dan berterima kasih atas inisiatif pengusaha tersebut untuk membangun jembatan secara permanen.
Menurutnya, apabila rencana tersebut benar-benar terealisasi, masyarakat yang selama ini menggunakan jembatan akan lebih mudah, nyaman, dan aman saat menyeberang.
“Selama ini, kalau menyeberang jembatan harus antre terlebih dahulu. Kondisi lantai jembatan yang masih menggunakan papan tentunya kurang begitu aman,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan jembatan permanen tersebut dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tidak lagi harus mengkhawatirkan kondisi jembatan saat menyeberangi Sungai Batang Gadis.
“Kalau sudah permanen dan menggunakan beton, tentunya tidak perlu antre dan rasa amannya lebih terjamin,” pungkasnya.
( Ahmad Suleman )
