Ketua DPRD Madina Sampaikan Sikap Terkait Kekerasan terhadap Anggota Dewan

Ketua DPRD Madina

 

 

Mandailing Natal – Transnusantara.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), H. Erwin Efendi Lubis, S.H., menyampaikan sikap resmi terkait insiden kekerasan yang menimpa Anggota DPRD Madina, H. Binsar Nasution, saat berada di Kecamatan Siabu.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis dan rekaman video resmi pada Sabtu (3/10/2026).

H. Erwin menegaskan, DPRD Kabupaten Madina mengecam segala bentuk tindakan kekerasan dan main hakim sendiri. Ia meminta proses hukum terhadap peristiwa tersebut diserahkan kepada aparat kepolisian untuk ditangani sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“DPRD Kabupaten Madina mengecam keras segala bentuk tindakan main hakim sendiri dan aksi kekerasan terhadap siapa pun. Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian agar diusut secara tuntas, adil, dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, H. Erwin menyebut insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bagi kelembagaan DPRD Madina, khususnya terkait keselamatan anggota dewan ketika melaksanakan tugas di lapangan.

Menurutnya, DPRD akan mengkaji kebutuhan pendampingan maupun pengamanan bagi anggota dewan dalam menjalankan tugas pengawasan dan fungsi representasi masyarakat.

“Peristiwa yang menimpa H. Binsar Nasution menjadi catatan dan evaluasi bagi kelembagaan DPRD Madina. Ke depan, kami akan mengkaji secara mendalam kebutuhan pendampingan dan pengamanan bagi anggota dewan dalam melaksanakan tugas di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mengedepankan kesadaran hukum dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi persoalan.

Menurut H. Erwin, persoalan yang muncul di tengah masyarakat seharusnya diselesaikan melalui musyawarah dan jalur hukum, bukan dengan tindakan kekerasan.

“Kerugian dari aksi emosional tidak hanya dialami oleh korban dan keluarganya, tetapi juga oleh keluarga pelaku yang harus menanggung dampak sosial dan hukumnya. Penyesalan selalu datang terlambat. Oleh karena itu, seberat apa pun persoalan yang ada, wajib diselesaikan secara bijak melalui musyawarah dan jalan yang baik,” katanya.

H. Erwin berharap peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bersama bagi masyarakat, anggota DPRD maupun pemerintah daerah untuk menjalankan peran masing-masing secara profesional dan bertanggung jawab.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Madina menjaga situasi tetap kondusif serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“DPRD Madina mendoakan agar H. Binsar Nasution segera diberikan kesembuhan dan pemulihan secara menyeluruh. Kami mengimbau seluruh masyarakat Madina untuk tetap tenang dan menjaga ketertiban umum,” pungkasnya.

Sumber : Keterangan resmi DPRD Madina, dikutip dan.diolah dari berbagai sumber.

( Ahmad Sulaiman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *