PALUTA, TransNusantara.co.id – Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si., yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bangun Parlaungan, S.E., M.M., secara resmi membuka perlombaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-XII Tahun 2026 tingkat Kabupaten Padang Lawas Utara.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Silaturahmi Pondok Pesantren (BSPP) Kabupaten Padang Lawas Utara tersebut berlangsung di Aula Utama Pondok Pesantren Al-Qur’an Darul Hakim, Minggu (18/10/2026), dan diikuti para santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Paluta.
Peringatan HSN tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.
Dalam sambutan Bupati Paluta yang disampaikan Bangun Parlaungan, Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara menyampaikan apresiasi kepada BSPP Paluta beserta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, perlombaan Hari Santri Nasional merupakan wadah positif untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kemampuan santri, baik dalam bidang keagamaan, bahasa, seni, maupun olahraga.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah antarsantri serta antarpondok pesantren di Kabupaten Padang Lawas Utara.
Melalui momentum HSN 2026, para santri diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri, memperdalam ilmu pengetahuan, menumbuhkan semangat berprestasi, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.
Santri juga diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan memiliki akhlak mulia, tetapi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memperluas wawasan, dan berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.
Tujuh Cabang Perlombaan
Untuk memeriahkan peringatan HSN ke-XII Tahun 2026, panitia menyelenggarakan tujuh cabang perlombaan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan intelektual, keagamaan, bahasa, seni, hafalan Al-Qur’an, dan olahraga para santri.
Adapun tujuh cabang perlombaan tersebut meliputi:
1. Pidato Bahasa Paluta. Perlombaan ini mengangkat tema perjuangan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia serta peran santri dalam pembangunan Indonesia saat ini dan masa depan. Peserta terdiri atas santri putra dan putri.
2. Pidato Bahasa Arab. Peserta menyampaikan pidato mengenai perjuangan santri dalam merebut kemerdekaan serta kontribusi santri dalam pembangunan Indonesia masa kini dan masa depan.
3. Pidato Bahasa Inggris. Cabang ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, kepercayaan diri, dan wawasan para santri dengan tema perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.
4. Qira’atul Kutub. Perlombaan ini menguji kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab klasik Islam. Materi yang dilombakan meliputi kitab Kifayatul Awam dan Tafsir Jalalain, sesuai bagian dan halaman yang ditentukan panitia.
5. Al-Barzanji. Cabang ini diperuntukkan bagi santri putri dengan materi lagu lama atau lagu daerah pada bagian Summa Usria hingga selesai, sesuai ketentuan perlombaan.
6. Tahfidz Al-Qur’an. Perlombaan ini diikuti santri putra dan putri dengan target hafalan satu juz sesuai hafalan masing-masing peserta. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus kualitas hafalan santri.
7. Futsal. Cabang olahraga ini diperuntukkan bagi santri putra sebagai sarana mengembangkan kemampuan olahraga, sportivitas, kerja sama tim, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Penyelenggaraan perlombaan HSN tingkat Kabupaten Padang Lawas Utara diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan mampu menunjukkan potensi terbaik, menjunjung tinggi sportivitas.
( Zpn )
