Medan – Transnusantara.co.id – Soetopo Berutu, M.Si., memimpin pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan HYDRO KLIEN bagi klien pemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II LAN Angkatan 35 Tahun 2026 di Banda Aceh. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan warga binaan dan klien pemasyarakatan melalui keterampilan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 12 warga binaan Lapas Kelas I Medan dan 13 klien pemasyarakatan mengikuti pelatihan yang meliputi pengenalan dasar hingga praktik budidaya tanaman hidroponik.
Program HYDRO KLIEN diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi para peserta untuk meningkatkan kemandirian, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
Soetopo Berutu menjelaskan bahwa budidaya hidroponik memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi peluang usaha karena dapat diterapkan dengan memanfaatkan lahan terbatas.
Jenis tanaman yang dibudidayakan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar, seperti kangkung, bayam, pakcoy, selada, dan berbagai jenis sayuran lainnya.
Menurutnya, penguasaan keterampilan hidroponik dapat membuka peluang bagi warga binaan dan klien pemasyarakatan untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Pemanfaatan lahan sempit maupun lahan yang belum produktif menjadi salah satu keunggulan metode budidaya tersebut.
Pelaksanaan program HYDRO KLIEN turut memperoleh dukungan dari Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Amran, S.T., M.T., serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, M.Si.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan perluasan peluang ekonomi bagi warga binaan maupun klien pemasyarakatan.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, S.Sos., M.M. Ia menyambut baik pelaksanaan HYDRO KLIEN yang mengintegrasikan keterampilan di bidang pertanian dengan upaya pemberdayaan klien pemasyarakatan.
Menurut Ahmad Untung Lubis, budidaya hidroponik berpotensi menjadi alternatif kegiatan produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan pendampingan dan penerapan keterampilan yang tepat, program ini diharapkan mampu membekali peserta dengan kemampuan praktis, membuka peluang usaha, serta mendorong kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat.
Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta terlebih dahulu menjalani asesmen untuk memetakan potensi, minat, dan kesiapan mereka. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan peserta agar keterampilan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pelatihan dilaksanakan selama lima hari dengan mengutamakan pembelajaran praktis. Melalui program HYDRO KLIEN, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budidaya hidroponik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi kegiatan produktif dan peluang usaha.
Program ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, kemandirian, dan kesiapan warga binaan serta klien pemasyarakatan dalam berintegrasi kembali ke tengah masyarakat.
Sumber Lapas Kelas I Nedan
(Hisar LG)
