Mengubah Sampah Menjadi Media Edukasi, SavEnvironment Usung Kreativitas untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

 

Medan, TransNusantara.co.id – Sampah masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang sering ditemui dalam
kehidupan sehari-hari. Namun, melalui kreativitas, sampah dapat dimanfaatkan kembali sekaligus menjadi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Hal inilah yang menjadi perhatian SavEnvironment, sebuah komunitas yang berfokus pada isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sakdan, salah satu founder SavEnvironment, menjelaskan bahwa komunitas ini berawal dari tujuh orang yang mengikuti kegiatan dari United Nations Association.

Meskipun terpilih, mereka tidak mendapatkan pendanaan untuk
melanjutkan proyek yang direncanakan. Namun, mereka memutuskan untuk tetap menjalankannya.

“Jadi dari United Nations ternyata kepilih tapi nggak dapat pendanaan. Akhirnya kami merasa kayaknya sayang deh perencanaan ini ditinggalin. Jadi kami lanjutkan lagi,” ujar Sakdan saat menceritakan awal terbentuknya SavEnvironment.

Dalam menjalankan kegiatannya, SavEnvironment berfokus pada persoalan lingkungan di masyarakat, khususnya di Kota Medan, seperti banjir, penumpukan sampah, dan masalah
nyamuk.

Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, komunitas ini berusaha melibatkan warga agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Salah satu kegiatan yang pernah dilakukan adalah pameran bertajuk Yang Tertinggal di Bumi di Serayu Cafe. Pameran tersebut mengangkat persoalan sampah yang ditinggalkan manusia
dengan memanfaatkan barang bekas sebagai bagian dari dekorasi dan furnitur.

Melalui karya-karya tersebut, pengunjung diajak melihat bahwa sampah bukan hanya barang
buangan, tetapi juga dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai.

Pada pameran tersebut, SavEnvironment juga menghadirkan konsep instalasi sampah berbentuk gelombang laut untuk menggambarkan kondisi perairan yang tercemar akibat aktivitas manusia.

Selain itu, terdapat permainan interaktif menyerupai kegiatan memancing,
ketika pengunjung menggunakan alat pancing bermagnet untuk mengambil sampah dari area yang dilengkapi ilustrasi ikan. SavEnvironment juga mengadakan workshop pembuatan gantungan kunci dari tutup botol
plastik dalam pameran tersebut.

Melalui kegiatan ini, SavEnvirontment mengajak masyarakat melihat bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan menjadi produk kreatif.

Sementara itu, untuk pameran tahun ini, SavEnvironment masih berada dalam tahap perancangan dan akan melakukan kolaborasi dengan pihak lain. Konsep dan bentuk kegiatan yang akan dihadirkan belum dapat dipastikan.

Meski demikian, komunitas ini tetap
membawa perhatian terhadap isu lingkungan sebagai bagian dari kegiatan yang mereka jalankan.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, SavEnvironment berupaya menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang kreatif dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Komunitas ini berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam menjaga lingkungan, mulai dari mengurangi sampah hingga memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan.
Sebab, menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.

Penulis : Juan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *