Medan – Transnusantara.co.id – Polda Sumatera Utara (Sumut) terus mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026. Hingga hari kesepuluh, sebanyak 14.237 pengendara tercatat mendapat teguran, sementara 1.578 lainnya dikenai penindakan berupa tilang manual dan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile.
Berdasarkan data Polda Sumut, total kegiatan teguran dan penindakan selama sepuluh hari pelaksanaan operasi mencapai 15.815 kegiatan.
Rinciannya, sebanyak 14.237 teguran diberikan kepada pengendara, 1.345 penindakan melalui tilang manual, serta 233 penindakan menggunakan ETLE Mobile. Sementara itu, penindakan melalui ETLE Statis tercatat nihil.
Data tersebut menunjukkan bahwa teguran menjadi pendekatan yang paling dominan. Langkah ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dan memahami pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan Operasi Patuh Toba 2026 merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas melalui edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum.
“Penegakan hukum tetap dilaksanakan, tetapi kami juga mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis. Melalui teguran, masyarakat diingatkan untuk memperbaiki perilaku berkendara sehingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tumbuh dari kesadaran, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi,” ujar Ferry di Medan, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, upaya membangun kesadaran berlalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penindakan di jalan raya, tetapi juga menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Dalam kegiatan preemtif, personel memberikan penyuluhan kepada pelajar dan orang tua, melakukan sosialisasi di terminal, pasar, kampus, kawasan industri dan perkantoran. Petugas juga berdialog dengan pengemudi ojek daring, kurir, komunitas kendaraan bermotor, serta pengemudi angkutan umum.
Materi edukasi meliputi penggunaan helm berstandar SNI, pemakaian sabuk pengaman, larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara, bahaya melawan arus, serta pentingnya mematuhi batas kecepatan.
Sementara pada aspek preventif, Polda Sumut mengintensifkan kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli di sejumlah titik rawan kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas.
Personel juga melakukan pemantauan kondisi jalan, rambu-rambu dan marka jalan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Ferry menegaskan, meningkatnya jumlah kegiatan teguran dan penindakan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya bukan semata-mata menjadi ukuran keberhasilan operasi.
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.
“Kami ingin masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Jangan menunggu ada petugas atau operasi baru tertib berlalu lintas. Gunakan helm, kenakan sabuk pengaman, patuhi rambu-rambu, dan jangan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.
Polda Sumut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung Operasi Patuh Toba 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Melalui operasi tersebut, diharapkan tercipta budaya berlalu lintas yang lebih disiplin sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Utara.
Sumber Polda Sumut
(Hisar LG)
