Terkait Banyak Honorer di Pecat, LSM dan PERS Buka Posko Pengaduan di Madina

TRANS NUSANTARA.CO.ID-MADINA, – Sungguh miris kejadian yang di alami tenaga pendidik sukarela di Kabupaten Mandailing Natal, sudah lama mengabdi dipecat pula tanpa alasan yang jelas. Sontak kejadian ini menyita perhatian DPP LSM TUMPAS.

Saat wartawan mengkonfirmasi Ketua Harian DPP LSM Tim Upaya Masyarakat Peduli Amanah Sejahtera ( Tumpas), Bisri Samsuri Nasution, S.Pd, di Kedai kopi Lopo BEGAL yang merupakan tempat nongkrong teman-teman Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM), Wartawan, Mahasiswa dll, Jumat, ( 02/07/2021 ).

Di jelaskan Bisri, alasan pihaknya bersimpati terhadap kasus ini adalah, yang pertama di sebutkan bahwa Tenaga Honorer adalah Putra Daerah yang selama Ini telah di pakai tenaganya oleh Pemerintah Daerah, karena jelas dalam hal ini kekurangan pegawai sehingga muncul kebijakan merekrutnya tenaga kerja Sukarela atau sebutan Honor TKS untuk menutupi kekurangan tenaga kerja. Dalam hal ini Tenaga Guru di seluruh sekolah yang ada di kabupaten Mandailing Natal. Bisri juga menjelaskan dalam memutuskan kebijakan daerah seharusnya Pemerintah harus jelas melalui prosedur dan mempertimbangkan sisi kemanusiaan dan patutnya juga di buat musyawarah dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD).

“Jangan main embat aja tanpa kejelasan” ungkapnya dengan nada kesal.

Seterusnya Bisri menjelaskan lagi, Bahwa dari beberapa pengaduan tenaga Honorer dan juga kepala sekolah bahwa banyak tenaga kerja Sukarela Baru bermunculan pada tahun 2021 dan mereka saat ini sudah menunjukkan penugasan baru ke berbagai sekolah. Sementara tenaga kerja sukarela yang puluhan tahun mengabdi, bahkan tidak sedikit mereka sudah ikut sertifikasi di berhentikan tanpa pemberitahuan yang jelas dari pihak Dinas Pendidikan Madina.

“Sementara tenaga kerja sukarela yang puluhan tahun mengabdi bahkan tidak sedikit mereka sudah ikut sertifikasi di berhentikan tanpa pemberitahuan yang jelas dari pihak Dinas Pendidikan, inikan keterlaluan sekali “jelas Bisri lagi.

Di ungkapkan Bisri juga bahwa para pejabat yang bertugas di Dinas Pendidikan Mandailing Natal, saat ini jangan merasa sebagai pemilik daerah ini, yang lainnya menumpang atau menyewa di Mandailing ini.

“perlu kita beritahukan bahwa moyang dari tenaga kerja sukarela yang ada di Mandailing ini juga ikut kok menggagas dan membangun Serambi Mekkah Sumatera Utara Ini ” Sambungnya

Seterusnya, Hal tersebutlah yang membuat pihaknya dengan LSM dan rekan PERS membuka POSKO PENGADUAN HONOR TKS DI KEDAI KOPI LOPO BEGAL. (Jl.Gunung Barani Samping POM Bensin Gunung Barani).

Biari berharap, dengan adanya Posko pengaduan pemberhentian ratusan honorer di Kab. Madina bisa berbagi duka dan berjuang bersama para GURU TENAGA KERJA SUKARELA MANDAILING NATAL YANG TELAH DIPECAT.

” Mengumpulkan masalah yang menimpa honorer, sekalian pelengkapan berkas untuk dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Mandailing Natal dan tidak menutup Kemungkinan timnya akan membuka juga kerjasama dengan Polres Mandailing Natal, bilamana Ada indikasi transaksional dan pelanggaran hukum lainnya bahkan masalah HAM barang kali, pasalnya semua masyarakat punya hak yang sama dalam hukum tidak bisa beda meski ada mbah kita jadi pejabat di dinas manapun ,” ungkapnya lagi

Bisri berpesan, bahwa “Kami disini Untukmu wahai saudara kami Tenaga Honorer Sukarela, kalian adalah Pendidik untuk Putra dan putri kami, kami takkan biarkan Guru kami di otak-atik, di jolimi, di pecat tanpa belas kasihan “.

Bisri juga menghimbau juga bagi tenaga Honorer yang memenuhi syarat, mengingat saat ini terbuka kesempatan masuk PNS dan PPPK dari tanggal 30 Juni sampai 31 Juli 2021, supaya semua ikut mendaftarkan diri berkompetisi sesama honorer untuk mendapatkan kursi PPPK dan PNS Semoga semua honorer bisa ter akomodir.

“Kami siap berjuang Untuk kalian para PAHLAWAN TANPA TANDA JASA MANDAILING NATAL. Pungkas Bisri Mengakhiri yang di alami tenaga kerja sukarela kabupaten Mandailing Natal, sudah lama mengabdi dipecat pula tanpa alasan yang jelas, sontak kejadian ini menyita perhatian DPP LSM TUMPAS

“Kami siap Berjuang Untuk kalian Para PAHLAWAN TANPA TANDA JASA MANDAILING NATAL. Pungkas Bisri Mengakhiri.

( Suleman Hasibuan ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *