PUSAT KONSULTASI DAN LAYANAN MATA TIRUAN PERTAMA DI INDONESIA ADA DI FKG USU

TRANSNUSANTARA.CO.ID, MEDAN —

Berkaitan dengan upaya pengembangan budaya Ekonomi Berbasis
Pengetahuan (knowledge based economy), Universitas Sumatera Utara perlu
memerlukan akses dalam mewujudkan knowledge and technopark yang
memanfaatkan pengetahuan, pendidikan maupun hasil riset dosen.

Dengan
menyelenggarakan Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus
(PPUPIK), Universitas Sumatera Utara berpeluang memperoleh pendapatan dan
membantu menciptakan wirausaha baru. Hasil riset dosen Universitas Sumatera Utara
yang merupakan inovasi baru dan mempunyai nilai ekonomis serta mendapat
perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti hak cipta atau paten,
merupakan aset yang sangat berharga bagi pertumbuhan dan perkembangan institusi.

Sebagai salah satu program studi yang ada di Universitas Sumatera Utara, Prodi
PPDGS Prostodonsia FKG USU juga ingin ikut serta dalam upaya pengembangan
budaya ekonomi berbasis pengetahuan untuk menciptakan wirausaha baru yang sesuai
dengan Visi dan Misi Prodi PPDGS Prostodonsia FKG USU.

Pembuatan mata tiruan merupakan salah satu kompetensi seorang dokter gigi
spesialis prostodonsia, karena seorang prostodontis bukan hanya menangani masalah
gigi tiruan tetapi menyangkut rehabilitasi maksilofasial yaitu pembuatan mata tiruan,
telinga tiruan, hidung tiruan, feeding plate dan obturator. Pada prinsipnya prosedur
pembuatan mata tiruan memiliki kesamaan dengan pembuatan gigi tiruan.

Prosedur
awal dimulai dengan pencetakan soket mata menggunakan bahan cetak dengan daya
alir tinggi dan sendok cetak khusus, kemudian diikuti dengan uji coba pola malam,
pencetakan kedua, uji coba sklera, penentuan iris dan pupil, pewarnaan yang
disesuaikan dengan warna mata asli pasien sehingga mata tiruan yang nantinya akan
dipasang sesuai dengan kondisi soket mata dan mata asli pasien.

Masalah yang dihadapi adalah pasien pasca pembedahan mata, selama ini
belum menemukan satu tempat layanan yang mampu memfasilitasi kesinergian antara
dokter spesialis mata dan dokter gigi spesialis prostodonsia, sehingga jika pasien
menerima saran dari dokter mata di rumah sakit mata atau klinik mata tentang
perawatan pasca pembedahan dengan pembuatan mata tiruan, dan pasien harus pergi
mencari dokter gigi spesialis prostodonsia lagi, hal tersebut kurang efisien dari segi
waktu dan biaya, karena pasien-pasien tersebut tidak hanya datang dari kawasan Kota
Medan, tetapi juga daerah sekitarnya.

Jika sudah ada satu tempat yang langsung
melayani dari konsultasi sampai pembuatan mata tiruan, hal tersebut pasti lebih
memudahkan pasien.

Konsultasi dilakukan dengan dokter spesialis mata, tetapi dalam
masa pandemi ini konsultasi dilakukan secara online. Kemudian pembuatan mata
tiruan dilakukan dibawah supervisor dokter gigi spesialis prostodonsia.

Pusat Konsultasi dan Layanan Mata Tiruan ini meliputi konsultasi mata tiruan
(Concultancy Center), layanan mata tiruan (Production Center), dan pelatihan
pembuatan mata tiruan (Training Center) yang sudah terbentuk sejak tahun lalu.

Di
Indonesia terdapat 6 Program Studi Pendidikan Program Dokter Gigi Spesialis
Prostodonsia, yaitu di Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia, Universitas
Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Gajah Mada, dan Universitas
Hasanuddin.

Belum terdapat satu Pusat Konsultasi dan Layanan Mata Tiruan di
5 universitas lainnya, dan baru akan ada di Universitas Sumatera Utara, dan satu satunya di Indonesia, sehingga bisa dipastikan belum memiliki kompetitor.

Struktur
organisasi Pusat Konsultasi dan Layanan Mata Tiruan terdiri dari Manager Umum
(Drg. Putri Welda Utami Ritonga, MDSc., Sp.Pros(K)), Manager Produksi (Prof.
Haslinda Z. Tamin, drg., M.Kes., Sp.Pros(K)), Manager Administrasi dan Keuangan
(Drg. Veronica Angelia, MDSc., Sp.Pros), dan Manager Pemasaran (dr. Aryani
Atiyatul Amra, M.Ked(Oph),. Sp.M(K)).
(Foto : Pelayanan pembuatan mata tiruan yang dilakukan di RSGM USU).(*)

( TN/ Sugiono )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *