Penulis : Nazri Lubis
( Jurnalis Transnusantara )
Madina, Transnusantara.co.id–
Pengusaha angkutan bermotor dan msyarakat wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal Propinsi Sumatera Utata, sangat berharap kepada bagian Pengawas peredaran minyak Pertamina, yg berdomisili di Sibolga. kiranya turun ke lapangan khususnya ke wilayah Pantai Barat, utk melihat langsung kinerja petugas SPBU Natal yang amburadul.
Dalam hal ini, banyak pemilik kenderaan pengangkut barang, juga para sopir mobil penumpang yang mendatangi Media trannusantara menyampaikan, meminta kinerja petugas SPBU tersebut segera di expost, jika ada
pelanggaran hukum dapat diketahui instansi terkait.
Investigasi wartawan, ke SPBU tersebut, mendapat keterangan dari salah seorang petugas pengisi minyak di SPBU itu, NOVA, dengan tegas dia mengatakan bahwa kami disini bekerja utk menjual minyak ini dibagi 2 sip, sip1 bekerja dari jam 7 sampai jam 2 WIB siang, dan sip 2 bekerja dari jam 2 sampai jam 7 WIB malam, dalam 1 sip, menjual 4 ton minyak, begitu juga sip 2.
Hal inilah menjadi permasalahan, karena untuk sip 1 saja jam 10 minyak solarnya sudah habis, sehingga kenderaan yg mau pergi terpaksa menunggu sampai jam 2, minyak solar baru dijual.
Coba bayangkan sudah berapa lama waktu yg terbuang, dan jelas sangat merugikan mobil-mobil pengangkut umum, ujar salah seorang pengusaha angkutan.
Untuk itu, para pengawas Pertamina di Sibolga, mohon croscek ke lapangan, apakah boleh pakai sip-sip ini, atau pihak SPBU yg berbuat sekehendaknya.
Permasalahan ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat banyak perobahannya.(*)
