• Sen. Des 6th, 2021

Ratusan Warga Belawan Demo di Depan Kantor Gubernur Sumatera Utara

Share
101 views

 

Transnusantara.co.id,
MEDAN,

Ratusan Warga Dari Kawasan Belawan, Kota Medan, Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (18/10/2021).

Dalam untuk Rasa tersebut, seorang peserta unjuk rasa, mandi air laut, dengan menyiramkan air laut dari ember, kebadannya yang memang sengaja dibawanya dari Belawan.

Koordinator aksi unjuk Rasa dalam orasinya, memprotes terkait banjir rob di Belawan yang dinilai belum ada penanganan atau perhatian dari Pemerintah.

Jika terjadi banjir Rob air laut masuk menggenangi rumah warga.
Selain itu, banjir rob mengotori sumber air yang mereka gunakan untuk mencuci dan mandi.

“Air di tempat kami yang biasa dipakai warga menjadi asin karena tercemar banjir rob.”
kata koordinator aksi, Chairil Chaniago, saat berorasi.

Sementara itu, terpantau seorang pengunjuk rasa mandi air Laut Yang dibawanya dalam ember, di depan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di depan gerbang Kantor Gubernur.
Pria tersebut bahkan menyiram dan membuat garis dengan air asin itu tepat di barisan petugas.

Massa langsung bersorak dengan aksi pria itu.
“Hidup warga Belawan,”
katanya

Menurut Chairil, banjir rob di Belawan sudah terjadi bertahun-tahun.
Menurut dia, akhir-akhir ini warga tidak melihat upaya penanganan dari pemerintah.

“Mereka hanya membuat rencana-rencana, tetapi sampai sekarang belum ada yang terealisasi,” kata dia.

Lanjut Chairil, drainase juga sudah rusak parah.
Reklamasi di pesisir Belawan juga semakin memperparah bencana yang tak kenal musim itu.

“Setiap kali turun hujan, setiap kali air pasang, tempat tinggal kami selalu terendam air laut,” kata dia.

Warga yang berunjuk rasa mendesak Pemprov Sumut, Pemkot Medan dan para wakil rakyat di DPRD Medan dan DPRD Sumut untuk segera mengatasi masalah itu.

Salah satunya dengan membangun tanggul pencegah rob di pinggr pantai, seperti yang selama ini dijanjikan pemerintah.

Mereka juga meminta pemerintah segera merestorasi hutan mangrove yang selama ini menjadi tanggul alami sebagai penyangga air laut dan keseimbangan ekosistem di Belawan.

“Hutan mangrove di tempat kami sudah rusak. Kami minta segera diperbaiki,” kata Chairil.

Setelah sekitar 1 jam lebih menyampaikan tuntutan di sana, massa kemudian membubarkan diri.

( Arianto )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *