Columbus Membawa Jagung dari Eropa Sekitar Tahun 1493

Uncategorized361 views

 

Transnusantara.co.id,
Medan–

Si padi emas atau biasa disebut jagung adalah salah satu flora yang paling banyak ditemukan dimana-mana. Malah dibanding dengan bijian lain, boleh dibilang jagung paling banyak ditanam.

Tidak ada bijian-bijian secangih jagung dalam menkonversikan efisiensi energi matahari. Ribuan jenis jagung bisa dipanen dalam waktu kurang dari 120 hari.

Namun bagaimanapun ‘ biji emas ‘ yang telah menghidupi jutaan orang tak akan bertahan tanpa upaya manusia untuk menghidupinya.

Orang-orang Indian pada masa pra sejarah telah menjinakkan jagung dari tanaman liar asli ke Meksiko.

Jagung tertua yang telah dikenal selama ini berusia 5000 tahun lebih.Orang-orang asli Amerika telah mengembangkan serta menciptakan makanan pokok ini menjadi berbagai-bagai jenis sebagaimana yang kita kenal sekarang.

Banyak suku-suku di Indian, antara lain suku Maya menganggap jagung sebagai tumbuhan suci.

Columbus Membawa jagung dari Eropa tahun 1493, ratusan produk dibuat dari jagung. Misalnya pemanis minuman ringan, penggemuk lemak, penguat kapas, bahkan jagung juga digunakan untuk mengurangi kabut.

Di banyak kota di Amerika, etanol yang ditambahkan pada bensin ternyata membantu penggunaan bahan bakar secara lebih efisien.Dari turunan kanji jagung, minyak, dan fruktosa, bisa dibuat pena plastik, busa untuk mengepak.
Dikutip dari : berbagai sumber.
( TN/Red/ps ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *