Ketua GBPU Tinjau Langsung serta Terima Penjelasan yang Akurat Asisten Afdeling ll dan Askeb A PTPN lll Seidadap tentang Proses TBM Sawit

 

Asahan,
Transnusantara.co.id-

Asisten Afdeling II Agus Fendi Parapat dan Askeb A Masudin PTPN lll Seidadap Kabupaten Asahan menjelaskan tentang proses dan perkembangan Perawatan TBM
tanaman belum menghasilkan di lokasi kebun Afdeling ll Seidadap kepada Maulana Annur yang di panggil Aan selaku ketua GBPU Gerakan Bunuh Politik Uang, Kab.Asahan,
Jum’at ( 11/03/2022 ).

Agus Fendi Parapat Menjelaskan, kalau penanaman itu kan kita pertama melakukan meluku tanah atau mencangkul kemudian dia di tumbang memupuk dan sistem menciping atau mencacah setelah itu menghero yang arti nya memecah tanah cangkulan untuk merapikan setelah selesai perlakuan tanah tadi kita nanam kacangan namanya membangun kacangan tanam satu sampai menyebar setelah itu kita menancap titik tanam dengan pola 143 pokok per hektar ini dilakukan oleh juru ukur.

 

Foto : Kepala Biro Media Transnusantara.co.id, T.Rendi,A.S.Sos ( mengenakan identitas Jurnalis ) dan Ketua GBPU Asahan, Maulana Annur, bersama Askeb A Masudin dan Asisten Afdiling II, Agus Fendi Parapat, Kebun Seidadap PTPN III ( TN )

 

Masuk ke TBM tanaman belum menghasilkan mulai dari umur nol tahun sampai Tiga tahun nanti setelah 3 tahun baru masuk ke posisi TM tanaman menghasilkan target pak Dirapel direktur pelaksana jangan sampai lewat 3 tahun sudah menghasilkan,
maka nya kami sering monitor dengan memakai Drone Vidio,Poto kita sehingga kita bisa melihat tanaman dan juga kita menggunakan karyawan yang disebut Teling yang tugasnya sebagai pengontrol hama sehingga petugas Teling bisa melaporkan jika ada hama hama yang merusak tanaman kepada asissten setelah itu asisten bisa menangani dan memperbaiki tanaman tersebut. Ujar Agus.

Tanaman ini termasuk mahluk hidup mulai kita tanam mungkin saja dia ada terjadi trable alam seperti hama yang pemakan daun seperti kita lihat ini adalah serangan hama apogonia namun apogonia ini sudah kami kendalikan sehingga daun tanaman tidak di makan lagi oleh hama apogonia, nah tugas Teling kita sudah benar, ada laporan langsung kami melakukan pengendalian.
Karena pengendalian kita buat 2 rotasi dalam 1 bulan dan dilakukan pada malam hari Setelah itu kita membuat piringan termasuk pemeliharaan namanya piringan ini gunanya untuk menghindari bulma atau pengganggu tanaman utama dan juga pupuk tidak berserakan serta proses dari TBM 1 ,TBM 2 dan TBM 3 Kita lakukan, ungkap asisten afdeling ll

Askeb A menambahkan bahwa hama ulat api itu tidak melobang lobangkan daun, namun menghabiskan daun dan meninggalkan lidi nya, nah yang melobang lobangkan daun itu jenis hama apogonia dan hama oryctes merupakan hama utama dalam perkebunan kelapa sawit dan menyerang tanaman kelapa sawit yang baru di tanam dilapangan.nah semua hama kita sudah melakukan pengendalian yang maksimal, ungkap nya.

Jadi penjelasan ini cukup kita terima dan saya lihat langsung ke lapangan kebun bahwa kebun Afdeling ll PTPN lll seidadap proses TBM nya bagus serta pengendalian nya juga Ter prosedur secara real dan jelas, ujar Aan.

(T.Rendi.A.S.sos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *