Penulis :
Nopel Harahap
Ka.Biro Batu Bara
Batu Bara,
Transnusantara.co.id-
Potret wanita super cantik, yang menjadi rebutan kaum Adam di bumi Pulau Jawa.
Kecantikan yang luar biasa itu telah membutakan mata dan hati Ken Arok perampok / bandit besar di zaman itu,
dengan rencana besar ingin merebut Ken Dedes dari tangan suaminya, Ken Arok mengorder
keris kepada ahli pembuat keris yaitu Mpu Gandring, dengan satu tujuan membunuh suami Ken Dedes bernama, Tunggul Ametung seorang Akuwu, pejabat setingkat Camat saat ini.
Karena tidak sabar, keris yang belum siap di buat itu diambil paksa dan di tikamkan kedada Mpu Gandring, Mpu Gandring tewas, sebelum tewas,
Mpu Gandring mengutuk Ken Arok 7 nyawa akan tewas di ujung keris sakti buatannya tesebut, termasuk Ken Arok,
kenyataannya kutukan itu terbukti.
Keris yang jadi itu dibawa Ken Arok untuk menemui
target utamanya yaitu, akuwu Tunggul Ametung,
Tunggul Ametung yang sakti itu ahirnya tewas di ujung keris Mpu Gandring.
Selanjutnya Ken Arok
mengambil alih kekuasaan, dan menikahi Ken Dedes serta mendirikan kerajaan baru, bernama SINGHASARI seiring berjalannya waktu, Singhasari tumbuh subur dan makmur, dari hasil perkawinan Ken Arok Ken Dedes lahirlah pewaris tahta yaitu, Tohjaya.
Pada suatu hari Anusapati anak dari perkawinan Ken Dedes dengan Tunggul Ametung, mengetahui bahwa ayahnya tewas, di bunuh Ken Arok, maka timbul niat dendam menuntut balas, dicari nya dimana keris itu di simpan Ken Arok, setelah menemukan keris Mpu Gandring itu, Anusapati menikam Ken Arok saat Ken Arok lagi makan, Ken Arok tewas dan kutukan
/Sumpah MPU Gandring nyata terbukti.
Kekuasaan Ken Arok tidak bertahan lama, dari rahim Ken Dedes lahirlah raja raja yang berkuasa
pulau Jawa.
Kisah Ken Arok menjadi catatan sejarah perjalanan anak bangsa, seorang yang bukan keturunan/ trah raja, naik ke tahta melalui perebutan wanita berkelas dan suci,
wanita yang telah menorehkan sejarah Leluhurnya para raja.
Karena ambisi yang
melewati batas,merebut yang bukan hak nya,
ahir hidupnya tewas di ujung keris yang di ordernya, untuk membunuh seorang Tunggul Ametung, senjata tersebut balik
memakan nyawa tuan
nya sendiri.(*).
