Penulis,Nopel Harahap Kabiro Batu Bara.
TransNusantara.co.id-
Batu Bara,
Bermula masa Hindu Buddha sebelum berdirinya negeri besar bernama negeri Siak Sri Indrapura,Raja pertama negeri Batu Bara adalah putra Raja Pagaruyung Sumatera barat,yang bernama Datuk Blambangan yang dikenal dengan nama Datuk Baru Bara permaisurinya putri Raja Simalungun bermarga / Boru Damanik.
Berawal dari keinginan putra Raja (Pangeran) ingin berburu rusa, setelah mendapat restu dari Ayahandanya, maka Pangeran tersebut beserta rombongan dan para pengawalnya segera berangkat memulai perburuan,dengan menyusuri pesisir pantai ahirnya mereka memasuki hutan dan semak belukar tetapi belum juga menemukan rusa sampai kelelahan tapi rusa yang diinginkan Sang Pangeran belum juga ditemukan, disaat kelelahan itu,melihat ada seekor rusa tapi sulit di kejar dan sulit ditangkap,sehingga Pangeran dan rombongan tidak tau berada di daerah mana mereka.

Tiba tiba dari kejauhan terlihatlah perkampungan,merekapun segera menuju kesana,Pangeran bertanya kepada seorang tua yang lagi melintas di dekat rombongan, “daerah apa ini namanya,” orang tua itu menjawab, ini negeri Simalungun,Sang Pangeran memperkenalkan drinya adalah pangeran putra Raja Paguruyung Sumatera barat.Orang tua tersebut membawa Pangeran dan rombongan ke istana untuk menghadap Raja Simalungun tersebut.
Pangeran menetap beberapa saat di sana dan seiring dengan berjalannya waktu,Pangeran jatuh hati kepada putri Raja.Singkat kisah akhirnya mereka menikah, seluruh rakyat Simalungun bersuka cita pesta pora.
Beberapa bulan setelah pernikahan putri raja tersebut hamil, sang putri menyampaikan niatnya ingin melihat lihat indahnya laut dan suasana pantai kemudian Pangeran menghadap Raja menyampaikan niat sang putri tersebut Raja mengabulkan niatnya karena tau bahwa putrinya lagi ngidam, dengan membawa perbekalan yang banyak serta para pengawal pengawalnya, Pangeran dan rombongan segera berangkat, setelah menempuh perjalanan berhari hari tibalah mereka dipesisir pantai yang memiliki pemandangan yang indah menawan hati,sehingga Pangeran memutuskan tempat ini cocok untuk tempat peristirahatan,dan Pangeran berkeinginan membangun daerah ditempat yang baru tersebut dan disetujui oleh sang putri.
Pangeran menghadap Raja menyampaikan keinginan hatinya itu Raja merestui Pangeran menjadi Raja baru dinegeri itu, serta mengirimkan perbekalan dan rakyat yang ingin menetap di negeri baru tersebut.
Pembangunan mulai dilaksanakan pada tahun 1726 M, secara bertahap dan pada saat dilaksanakan penggalian sumur,seorang hulubalang kerajaan Pagaruyung yang mengawasi pekerjaan itu berteriak teriak keras sambil menggenggam sebuah batu berwarna hitam,Raja baru itu terkejut dan langsung berlari,menuju sumber suara,”Ini batu yang bisa menyala dan membara, Baginda”sembari menyerahkan batu tersebut kepada Raja,Raja terkejut dan mendapat Ilham MARI KITA NAMAKAN NEGERI INI SEBAGAI NEGERI BATU BARA karena ada banyak batu yang bisa menyala dan membara.(*)
Dikutip dari berbagai sumber.
