SUMPAH PALAPA TITIK AWAL SEJARAH PENGGAGAS PERSATUAN KESATUAN BANGSA

 

Penulis: Nopel Harahap

Kabiro Batu Bara.

TransNusantara.co.id-

Batu Bara,

Adalah GAJAH MADA seorang anak desa yang lahir dari keluarga miskin bukan keturunan atau trah Raja, tetapi karena semangatnya yang kuat, gigih,ulet meraih cita citanya,untuk menaikan derajat diri dan keluarganya, Gajah Mada terus belajar dan belajar,belajar tentang ilmu gaib kesaktian diri,belajar ilmu politik pemerintahan, budaya dan adat istiadat.

Setelah meraih ilmu tersebut, Gajah Mada mencoba untuk dapat mengabdikan dirinya di kerajaan Maja pahit Kerajaan besar yang pernah dimiliki oleh Nusantara ini.

Saat pertama kali diterima masuk menjadi abdi negara Maja pahit di pimpin penguasanya (Raja) kedua yang bernama JAYA NEGARA, nama kecilnya,RADEN KALAGEMET.

Jabatan pertama Gajah Mada adalah, anggota pasukan pengamanan Raja dan keluarga Raja (Bekel), sekarang setara dengan anggota Pasukan pengamanan Presiden dan keluarga Presiden (Paspampres).

 

 

Prestasi menonjol Gajah Mada adalah,  mengamankan Raja Jayanegara pasca terjadinya kudeta (pemberontakan) RA KUTI, seorang abdi negara yang tidak senang dengan kepemimpinan Raja,Gajah Mada berhasil mengungsikan Raja dan keluarga Raja,kedesa bernama Desa Badender,dan seterusnya Gajah Mada sukses menumpas pemberontakan dan membunuh RA KUTI,kemudian Gajah mada membawa Raja dan keluarga Raja kembali ke istana memimpin kembali Majapahit.

Atas jasa jasa yang besar kepada negara dan Raja, Gajah Mada naik jabatan menjadi Patih dan pimpinan utama Bhayangkara, pasukan pengamanan Raja dan istana serta keluarga Raja,seiring berjalannya waktu ke waktu, pada suatu hari sang Raja mengalami sakit dan dipanggil tabib atau dokter sekarang untuk mengobati sang Raja tabib tersebut adalah, RA TANCA, ternyata Ra tanca berniat lain ada rasa dendam yang lama disimpan, tidak suka kepada Raja karena istri Ra tanca pernah dilecehkan oleh Raja sehingga saat proses pengobatan, Ra tanca menikamkan ujung kerisnya ke ulu hati,sehingga sang Raja Jayanegara Gugur,selanjutnya Ra tanca Gugur di bunuh oleh Gajah Mada.

Setelah Jayanegara Raja kedua Majapahit gugur di gantikan oleh Tribhuana Tungga Dewi, namun tidak bertahan lama karena Tribhuana lebih penting kepada konsentrasi memperdalam ilmu agama tahta diserahkan kepada putranya yang bernama,HAYAM WURUK yang dinobatkan menjadi Raja keempat Majapahit, saat dinobatkan atau dilantik menjadi Raja,usia Hayam Wuruk16 tahun, masih muda belia (remaja).

Pelaksanaan tugas tugas pemerintahan dan kenegaraan dibantu oleh Patih Gajah Mada,di era kepemimpinan Hayam Wuruklah Majapahit tumbuh subur, makmur gema ripah Lo jenawi dan wilayah kekuasaan seluruh nusantara,asia tenggara dan sebagian asia timur Hayam Wuruk yang juga cucu RADEN WIJAYA pendiri kerajaan majapahit itu,terkenal sebagai Raja yang tampan,adil bijaksana, ramah demokratis,pengayom pemurah, dan dekat dengan rakyatnya,mengantarkan MAJAPAHIT menjadi kerajaan besar yang pernah dimiliki oleh Nusantara ini.

Dimasa penguasa Majapahit dipimpin Hayam Wuruk itulah Gajah Mada menggagas suatu Ikrar/janji yang merupakan awal mula terciptanya Persatuan kesatuan bangsa ini yaitu, sebuah sumpah yang diberi nama,SUMPAH PALAPA yang isinya,”Saya tidak akan makan buah Maja sebelum seluruh Nusantara ini.Bersatu”

Maja adalah nama buah yang rasanya pahit dan banyak tumbuh di sekitar lokasi dibangunnya Keraton (istana) Raja Majapahit,Sumpah palapa itu mengangkat nama Gajah Mada terus cemerlang dan gemilang,dengan jasa jasa prestasi prestasi yang telah diraihnya Gajah Mada dipercayakan menjadi MAHA PATIH, jabatan tertinggi kedua setelah Raja, atau orang kedua kerajaan,jabatan yang biasanya diisi oleh orang orang keturunan Raja raja.

Gajah Mada adalah anak bangsa yang mengukir sejarah dan menorehkan dengan tinta emas,Sosok anak desa pedalaman yang kumuh dan miskin,telah menggagas SUMPAH PALAPA,sumpah pemersatu bangsa, dan pencipta nama BHAYANGKARA yaitu nama pasukan pengamanan istana,pengamanan Raja dan keluarga Raja setara saat ini dengan pasukan pengamanan istana,pengamanan Presiden, wakil Presiden,dan keluarganya (Paspampres).

Perjalanan hidup dan kehidupan seorang Gajah Mada menjadi motivasi dan teladan bagi generasi muda milineal saat ini,betapa gigih dan semangat juang yang tidak ada tandingannya sampai detik ini,seorang anak desa yang telah berjasa besar dan menjadi Tokoh penting dibalik masa kejayaannya  kerajaan Majapahit kerajaan besar yang pernah dimiliki oleh nusantara ini. (*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *