PESTA TAPAI POTRET MENJUNJUNG ADAT HORMATI LELUHUR

 

Penulis : Nopel Harahap

Kabiro Batu Bara.

TransNusantara.co.id,

Batu Bara,

 

Tokoh adat Desa Dahari Silebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara beserta warga masyarakat menggelar Pesta tapai  yang merupakan  warisan  budaya.

Pesta tapai baru saja  dilakukan di desa Dahari Silebar, Kecamatan Talawi pada Senin  ( 27/02/2923 ) malam, dihadiri Bupati Batu Bara, Ir.Zahir,MAP, sejumlah pimpinan OPD Batu Bara, Camat Talawi, Tokoh Adat,Tokoh Masyarakat, dan undangan lainnya.

 

 

Bupati Batu Bara, Zahir, dalam sambutannya, mengapresiasi panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan pesta tradisi turun temurun ini sehingga diharapkan  dapat meningkatkan pendapatan  UMKM. Kegiatan tersebut merupakan aktualisasi UU Nomor 5 Tahun 2017, dan Permendagri Nomor 52 tahun 2017 tentang pelestarian budaya daerah.

Informasi yang dapat dihimpun, bahwa Pesta Tapai yang baru dilaksanakan tersebut, berawal dari kegiatan Sultan kerajaan dari Asahan, yang terbiasa setiap tahunnya.dilakukan  jelang bulan Ramadhan. Selain itu dilakukan  menyembelih hewan dan dagingnya dibagi bagikan kepada rakyatnya supaya tetap sehat, fit dan segar,selama menunaikan ibadah puasa.

Kebiasaan itu menjadi saatu tradisi turun temurun hingga saat ini. Pesta tapai tersebut  baru baru ini dilakukan disebuah Desa DAHARI SILEBAR Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Sumut, dan biasanya orang menyebut pesisir karena desa tersebut berada di tepi selat malaka.

 

 

Diperkirakan tahun 1700 silam,  tradisi pesta tapai itu sudah ada dan merupakan rangkaian saat dilakukan  penyembelihan hewan  Sapi dan kerbau serta kambing, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.Untuk menyemarakan suasana saat itu dibuatlah tapai pulut hitam sebagai makanan ringan, yang digunakan saat prosesi penyembelihan hewan. Sejak saat itulah masyarakat dan izin dari Sultan setiap tahun jelang bulan suci Ramadhan dilaksanakan acara PESTA TAPAI.

Pada saat dilakukan  pesta tapai masyarakat setempat berjualan Tapai pulut hitam,Lemang dan aneka minuman. Ada juga warung-warung di sepanjang jalan di desa tersebut,yang semuanya ikut berjualan.

”  Banyak wisatawan dari luar kabupaten berkunjung ke pesta adat tapai tersebut, yakni dari Batam,  Dumai,Aceh, dan Jakarta, ujar salah seorang tokoh adat desa setempat,kepada Trans Nusantara.

” Selintas terlihat cukup ramai pengunjung dan secepat itu pula terlihat sunyi,tapi yang jelas dibalik semua itu Pesta tapai adalah tradisi yang memang harus dilestarikan karena tradisi pesta tapai hanya ada di Indonesia yaitu, disebuah desa yang terletak di kabupaten Batu Bara Sumut.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *