GEDUNG JOEANG 45 SUMUT, SAKSI BISU PERLAWANAN ANAK BANGSA MENGUSIR PENJAHAH

 

Penulis,Nopel Harahap

Kabiro Batu Bara.

TransNusantara.co.id-

Medan,

Terletak di jalan pemuda nomor 17 Kecamatan Medan Maimun , kita Medan Gedung bersejarah yang dibangun pada tahun 1975 dengan luas awal,20 X 30 M2 berawal dijadikan markas Bompa yaitu badan untuk membantu perang Asia,gedung tersebut dibangun kembali bersumber dari dana pelita tahun 1975/ 76 dan diresmikan pemakaianya tanggal 10 Nopember 1975 bertepatan dengan hari pahlawan oleh Gubernur Sumatera Utara saat itu /Gubsu Marahalim Harahap.

Pada saat itu juga pengelolaan gedung milik Pempropsu itu iserahkan kepada Dewan harian daerah 45 Sumatera Utara. Selama 40 tahun gedung bersejarah itu tidak tersentuh perbaikan / renovasi entah apa sebabnya.

Atas konsep dasar pemikiran dan peran, Ketua umum DHD.45 Sumut, Mayjen (purn ) M.Hasym,S.sos pada tahun 2020,gedung tersebut mendapat bantuan renovasi ringan dari Pempropsu sebagai pemilik gedung.

 

 

Saat ini gedung itu terlihat bersinar dan kembali beraura yang fositif sebagai bukti peninggalan sejarah yang saat ini dikelola oleh penerus pewaris perjuangan yaitu,DHD.45 Sumut.

Sejarah mencatat di gedung itulah dirancang semua rencana untuk menenangkan pertempuran Medan area oleh seorang pahlawan nasional Achmad Tahir,

Pertempuran Medan area adalah peristiwa penting perlawanan rakyat yang saat itu dikomandoi oleh, Achmad Tahir melawan sekutu di Medan. Kedatangan tentara sekutu /NICA, memancing kemarahan besar dan terjadi insiden di hotel yang terletak di jalan bali Medan.

Kemarahan pemuda Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1945 itu mengakibatkan pertempuran yang dasyat memakan korban kedua belah pihak. Bulan April 1946,sekutu berhasil menduduki kota Medan, sementara waktu pusat perjuangan rakyat dipindahkan di Siantar kemudian diadakan pertemuan untuk segera membentuk komando resimen lasykar rakyat.

Dalam proses sejarah selanjutnya komando lasykar rakyat berubah menjadi badan keamanan rakyat (BKR), merupakan tentara resmi pemerintah dan Djamin ginting dipilih sebagai komandan pasukan teras bersama Belang sembiring dan Boom Ginting.

Gedung juang yang berlantai 2 itu tetap dengan keasliannya dan ini terlihat indah megah dan masih terkesan bersejarah gedung yang saat ini sebagai kantor DHD.

Badan pembudayaan kejuangan 45 Sumut itu adalah saksi bisu dan kebanggan masyarakat Sumut,setelah puluhan tahun terkesan diabaikan keberadaannya kini kembali bersinar kepedulian yang fuul Pempropsu dibawah komandonya Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatera utara yang juga putra asli seorang Veteran pejuang kemerdekaan RI itu, telah nyata  membuktikan satu kepedulian yang tinggi kepada gedung yang telah berjasa kepada perjuangan anak -anak bangsa ini.(*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *