MADINA, Transnusantara.co.id — Pengguna jalan dihimbau untuk lebih berhati-hati melintas di jalan lintas dari Pulopadang desa Simpang Durian menuju simpang tiga Natal -Panyabungan, Pasalnya saat ini hujan turun tidak begitu deras dan hanya membasahi badan jalan sekedar. Dengan hujan yang turun tidak begitu deras sehingga badan jalan yang disiram tanah kuning bertumpuk-tumpuk basah dan menjadi setengah lumpur.
Akibat tanah yang disiram dengan air hujan sedang pada jalan hot-mix / aspal sehingga sebagian ada yang licin.
Dari licinnya jalan bisa mengancam kendaraan yang melintas jika kurang hati-hati bisa mengakibatkan jatuh tergelincir khusus kendaraan roda dua.

Ketika diungkap oleh ketua Forum Jurnalis dan Aktifis (FJA ) se-Pantai Barat pada acara halal bilhalal yang dilaksanakan menjelang sholat Magrib di kelurahan Simpang Gambir kecamatan Lingga bayu, hari ini Kamis 04/05/ 2023.
Penasehat FJA Nazri Lubis menjelaskan, Ya! Benar jalan tersebut berlumpur hasil jatuhnya dari kendaraan roda empat yang membawa tanah dari proyek disekitar kampung.
Saya tahu tanah yang dibadan jalan sebahagian sudah disiram oleh pihak perusahaan memakai air pakai slang disekitar simpang keluar-masuknya mobil pengangkut tanah tersebut, memang tidak disiram sampai melewati Masjid Raya Pulupadang.
Pada kesempatan itu Khairuman Nasution anggota FJA menjelas kan bahwa akibat banyaknya tanah yang berserakan pada badan jalan memang menghawatirkan kendaraan yang melintas , agak sulit terutama kendaraan roda dua.
Setahu saya hal ini sudah di ketahui camat kecamatan Lingga Bayu dan camat sudah memberikan teguran kepada perusahaan yang mengakibatkan tanah pada badan jalan ada berserakan dan membuat becek dan licin.
Kami juga turut menghimbau, agar pengguna jalan terutama roda dua lebih berhati-hati, himbau Nazri dan Khairuman melalui media ini.
(Amir Husin Hsb/A Lubis)
