Transnusantara.co.id, Medan–Acara Kegiatan Musyawarah Daerah Ke- 13 Muhammaduyah & Aisyiyah Kota Medan, telah dilaksanakan baru-baru ini, berjalan tertib, aman dan lancar, dihadiri seluruh Pimpinan Cabang dan Pimpinan ranting, dan sejumlah undangan lainnya.
Salah satu dari peserta musyda tersebut inisial ( A) mengungkapkan, bahwa Musda tersebut sudah tidak lagi melihat sosok KH. Ahmad Dahlan yg memiliki kepribadian menjunjung tinggi nilai- nilai ajaran islam yakni amar Ma’ruf nahi munkar, merujuk dari Q.S Al Imbron : 104 waltakumminkum ummatuyyad’una ilalkhairi waya’muruna bilma’ruf wayan hauna ‘anilfahsya iwalmunkar, ( dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yg menyuru kepada kebajikan yg ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar.
Dia berharap ke depan, Musda PDM Kota Medan ini tidak lagi melahirkan Pimpinan yang tunduk terhadap pimpinan di amal usaha muhammadiyah, sebaliknya pimpinan amal usaha dimuhammadiyah ini yang harus berkoordinasi kepada Pimpinan Muhammadiyah khususnya di Kota Medan.
Untuk menjadi pengurus atau pimpinan di Muhammadiyah jangan dijadikan hanya untuk sebuah kepentingan sendiri, muhammadiyah ini milik umat bukan milik pribadi yang dijadikan alat untuk menyelamatkan diri sendiri.
Muhammadiyah ini adalah lembaga legislatif yang memiliki fungsi mengawasi amal usaha muhammadiyah, lembaga eksekutif yang semestinya diawasi oleh Muhammadiyah.
Kalaulah sudah nyaman menjadi Pimpinan di amal usaha Muhammadiyah janganlah juga menjadi pengawas di amal usaha muhammadiyah itu sendiri.
” Marilah kita kembali ke khittoh perjuangan muhammadiyah yakni, Gerakan islam yang melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar, dengan maksud dan tujuan menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujudnya masyarakat islam yang sebenar benarnya.” Ujarnya.
Pesan KH Ahmad Dahlan kepada kita warga persyarikatan Muhammadiyah yg kita ketahui bersama; Hidup hidupilah Muhammadiyah jangan mencari kehidupan di Muhammadiyah.
( Ahmad/Tn )
