Penulis,Nopel Harahap Kabiro Batu Bara.
Transnusantara.co.id, Batu Bara –Hari Raya Idul adha atau populernya disebut hari raya qurban berawal dari Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim, AS supaya menyembelih putranya bernama Ismail, perintah Allah itu ditindak lanjuti dan pada suatu hari Nabi Ibrahim, AS menyampaikan perihal perintah Allah tersebut kepada putra Simata wayang itu. Sikap Ismail saat itu bukan takut tetapi siap, untuk sembelih karena perintah Allah.
Kejadian ini telah diabadikan dalam Alquran surat safat 103 – 105,Keteladanan Nabi Ibrahim,AS dan kepatuhan Ismail pada Allah Swt, dan kepatuhanya kepada Ayahnya merupakan satu contoh yang sampai saat ini belum ada tandingannya.

Betapa sangat kuat dan tabahnya Nabi Ibrahim,AS dan betapa kuat dan semangatnya seorang Ismail menghadapi kenyataan itu, karena ketabahan, kepatuhan Nabi Ibrahim dan Ismail, saat hendak disembelih Allah menggantikannya dengan domba yang sangat gemuk yang pada saat itu yang nyata disembelih,kisah sejarah itu sampai saat ini terus dilakukan umat Islam sedunia, setiap hari raya idul adha berqurban dengan menyembelih hewan hewan seperti domba lembu, kerbau dan kambing,Nabi Ibrahim,AS beserta putranya Ismail dan bangsa Qurois membangun Kabbah, yang sampai saat ini selalu dikunjungi umat Islam sedunia untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh.
Menyembelih anak kandung adalah satu cobaan yang sungguh besar, yang pasti tidak semua orang dipermukaan bumi ini bisa sanggup melaksanakannya sekuat apapun imannya.Idul adha tentu mengingatkan kita kepada kisah sejarah yang kisahnya sangat bermuatan dengan ketabahan,ketaatan, kepatuhan, dan ketulusan.*
