Masyarakat Desa Banjar Melayu  Kecamatan Batang Natal Kabupaten Madina Sebut Pemkab Madina Jangan Tutup Mata Terhadap Jalan Rusak Berat di Desanya

Madina, Transnusantara–
Masyarakat Desa Banjar Malayu Kecamatan.Batang.Natal Kabupaten Mandailing Natal menyebutkan Pemkab Madina jangan tutup mata terhadap jalan Desa Banjar Malayu yang mengalami rusak berat.

Hal ini terungkap saat awak media turun ke Desa Banjar Malayu di Dusun Pining Sundari, masyarakat Desa Banjar Malayu keluhkan jalan Desanya yang rusak dan hancur, sampai saat ini belum ada perhatian dari pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Saat awak media melakukan konfirmasi dengan salah seorang tokoh masyarakat, pada Senin (16 / 10/ 2023) di Dusun Pining Sundari, Banjar Malayu yang enggan di sebutk nama nya, mengatakan, ” jalan Desa Banjar Malayu saat ini kondisinya hancur lebur dan sampai saat ini tak ada nampak nya perhatian pihak pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam hal ini kami masyarakat Desa Banjar Malayu seperti di anak tirikan karena kurangnya perhatian pihak pemerintah Kabupaten terhadap desa kami, atau kah memang lantaran Desa kami ini Desa terpencil sehingga kami tak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten, sementara diketahui ada kok program dari Pemerintah Pusat khusus Daerah – daerah desa terpencil.

Belum lagi persoalan anak sekolah yang mau menimba ilmu di tingkat SD harus berjalan kaki dengan jarak tempuh lebih kurang 5 km dengan berjalan kaki, dan kami sebagai warga masyarakat Desa Banjar Malayu tetap berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten agar ada perhatian terhadap jalan di Desa kami terutama ke daerah Dusun Torubar dan Dusun Pining Sundari,” keluh nya.

 

Disisi lain di tempat terpisah awak media juga melakukan konfirmasi dengan Kepala Desa Banjar Malayu Imanuddin pada Senin (16/10/1023) terkait persoalan masalah rusak nya jalan desa di wilayah tugas nya, Imanuddin mengatakan terkait hal ini juga sudah pernah di ajukan proposal pembangunan jalan Desa Banjar Malayu ke pihak terkait, namun, sampai sekarang tak ada tanggapan,” tuturnya.

 

Putra Desa Banjar Malayu Okis Ridwan S.Pd.l sebagai Tokoh Pemuda Rangkuti di Kabupaten Mandailing Natal (Madina),” menilai Sikap yang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini akibat malas turun melakukan kunjungan ke Desa terpencil makanya tidak tahu bagaimana nasib yang dirasakan rakyat di Desa terpencil,” jelas nya.

Masalah persoalan jalan dan pendidikan dan kesehatan adalah termasuk yang sangat penting dan di butuhkan masyarakat walau pun di daerah perkampungan terpencil sekali pun, apalagi sampai saat ini diketahui di daerah Desa Banjar Malayu untuk bidan desa saja itu cuma ada satu, itu pun tinggal nya di daerah Aek Soma.

Masyarakat setempat susah sekali untuk mendapatkan perobatan bila ada yang sakit akibat susah nya akses jalan ke daerah Dusun Torubar dan Dusun Pining Sundari di Desa Banjar Malayu, apa lagi ada yang sakit gawat darurat, akibat akses jalan rusak parah, terpaksalah harus di tandu dari dusun Pining Sundari,dari Dusun Torubar,dengan jarak tempuh sampai 6 km baru ada mobil mengangkut masyarakat berobat ke rumah sakit umum Panyabungan dan Rumah Rakit Permata Madina membutuhkan biaya sampai Rp 1.000.000 (1 juta)

Masyarakat Banjar Malayu tetap berharap kepada Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) agar turun ke Desa Banjar Malayu, agar supaya tahu dan paham jeritan yang dirasakan masyarakat (AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *