Presiden Ikatan Pemuda Mandailing Tan Gozali Nasution : Masyarakat Adat Miliki Peran Strategis di Panggung Politik 2024

Foto : Tan Gozali Nasution, Presiden Ikatan Pemuda Mandailing

 

MADINA, Transnusantara–Masyarakat Adat bumi gordang sembilan Mandailing Natal ( Madina ) memiliki peran strategis dalam panggung demokrasi.  Partisipasi politik merupakan langkah yang tak boleh berhenti dilakukan.

Demikian dusampaukan Presiden Ikatan Pemuda Mandailing Tan Gozali Nasution, kepada awak media di Mandailing Natal baru-baru ini.

“ Regulasi terkait masyarakat adat dibuat oleh pemerintah untuk  melindungi, mengakui masyarakat adat, ini bentuk partisipasi secara keorganisasian kearifan lokal atau kelembagaan Adat” ujarnya.

Mantan Ketua DPD KNPI Madina menjelaskan, di tingkat lokal daerah Madina, partisipasi politik kelompok masyarakat adat,  harus diperkuat dengan mengutus perwakilan masyarakat adat duduk di Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif

“Banyak cita-cita masyarakat adat yang belum diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten Madina, maupun Pemerintah Provinsi Sumut, itu karena kadernya belum banyak dalam posisi pemegang kebijakan politik, Ini harus diperbanyak, dan harus diperjuangkan” ungkapnya.

Ia menambahkan, partisipasi politik akan semakin kuat jika ideologi masyarakat adat ditegakkan eksistensinya, termasuk di kelembagaan masyarakat adat dan organisasi kearifan lokal, perkara politik uang dalam Pilkada dapat ditekan bila masyarakat adat sadar akan perjuangan sesungguhnya.

Masyarakat adat merupakan eksistensi bangsa, maka keberadaan, aturan, hukum yang mereka miliki harus diakui dan diberlakukan,” tambahnya.

Ada beberapa regulasi tentang adat di Provinsi Sumut dan Kabupaten Madina khususnya yang telah dibuat dalam upaya melindungi dan pengakuan daerah. Kalau tidak dibuat regulasi eksistensi adat dikancah suksesi kepemimpinan daerah bisa saja hilang atau diabaikan,” tuturnya.

Tan menekankan masyarakat adat wajib mengambil peran dalam penentuan kebijakan politik.

Harus berani menyuarakan keinginannya dalam bentuk aspirasi politik dan menjadikan kadernya duduk di posisi strategis kebijakan untuk menjadi Bupati bahkan Gubernur” kata dia.

Selanjutnya, ia menegaskan masyarakat adat memiliki jasa besar terhadap berdirinya daerah kabupaten Madina.

“Tanpa masyarakat adat tak ada daerah Kabupaten Madina, Masyarakat adatlah yang dengan kebesaran hatinya bersepakat bersatu menyerahkan kedaulatannya pada daerah untuk membentuk Kabupaten Madina,” ujarnya.

Berangkat dari itulah, kata Tan Gozali, perjuangan menyampaikan aspirasi masyarakat adat secara politik harus terus diperkuat untuk merebut kursi Madina 1 dan 2 di kontestan Pilkada 2024, ungkapnya berharap.

( AH )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *