Himbauan Kepada Masyarakat Agar Waspada di Muara Sungai Batang Natal dan Sekitarnya Atas Kemunculan Buaya Besar

 

Madina, Transnusantara–Buaya Muara kembali muncul dan resahkan masyarakat di Natal terutama yang berprofesi Nelayan maupun yang berdomisili di pinggiran Sungai Batang Natal. Akibat keresahan warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Pasar V, Kecamatan Natal memasang himbauan terhadap masyarakat terutama yang berprofesi Nelayan agar berhati-hati terhadap kemunculan Buaya Muara di Sungai Batang Natal pada Kamis (22/8/2024).

Kepala Desa Pasar V Natal, Masrul mengatakan pemasangan himbauan tersebut bertujuan untuk lebih berhati-hati di wilayah aliran sungai bagi masyarakat terutama berprofesi Nelayan.

“Kemarin dipasang himbauan tersebut dengan tujuan para warga agar lebih waspada dan hati-hati bila beraktifitas di Sungai maupun sekitarannya,” ujar Masrul kepada wartawan pada Jumat malam (23/8/2024).

Ketika ditanyakan apakah sudah pernah menyurati pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) tentang bertambah seringnya intensitas Buaya Muara yang menampakkan keberadaannya, Masrul mengatakan belum.

“Sejauh ini belum ada disurati, namun kami bersama Kepala Desa Setia Karya sudah berkoordinasi dan diskusi dengan pak Camat Natal. Inshaallah hari Senin, 26 Agustus ini akan kami surati pihak Kecamatan Natal. Surat ini akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kecamatan untuk menindaklanjuti pemberitahuan resmi kepada pihak BKSDA,” ungkap Masrul.

Sementara itu, pihak BKSDA Padangsidimpuan terkesan tutup mata. Bagaimana tidak terkesan tutup mata, persoalan ini sudah sering diangkat oleh banyak media massa.

Pihak BKSDA Resort Mandailing Natal, Muslim Surbakti yang dihubungi melalui seluler mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada menerima surat pemberitahuan maupun permohonan evakuasi reptil jenis Aligator ini.

“Sepengatahuan saya sampai hari ini belum ada surat resmi baik dari desa maupun Pemerintah Kecamatan Natal yang masuk ke kami selaku BKSDA Resort Mandailing Natal,” ucap Muslim melalui sambungan Telepon.

“Karena prosedurnya Desa atau Kecamatan setempat melaporkan ke kita secara tertulis resmi agar dapat ditanggapi secara cepat. Sampai saat ini hanya dihebohkan melalui media massa” sambung Muslim.

Namun kata Muslim, perlu diingat karena kemunculan Buaya tersebut adalah di habitatnya maka perlu alasan yang tepat dan jelas untuk mengevakuasi atau pun merelokasinya.

“Lokasi munculnya buaya adalah habitat buaya tersebut dan perlu alasan yang jelas untuk merelokasinya,” pesannya menutup.

Sebelumnya diberitakan, warga di Desa Pasar V Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tiba-tiba dihebohkan dengan penampakan seekor buaya di sungai Jum’at (16/08/2024) sekira pukul 13.00 Wib.

Informasi yang diperoleh wartawan, panjang buaya muara tersebut lebih kurang 3 meter. Buaya itu terlihat di dekat tambatan kapal/boat yang tak jauh dari tempat pelabuhan kapal-kapal nelayan.

Tak heran, penampakan buaya tersebut membuat para nelayan menjadi khawatir. Sebab, dapat membahayakan keselamatan.

(AH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *