Batik Tulis ” Nukha Nibira” Produksi Warga Binaan Lapas Kelas IIB Gunung Sitoli, Diapresiasi Direktur Merek dan Indikasi Geografis

 

 

Gunung Sitoli, Transnusantara.co.id–Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Kurniaman Telaumbanua, mengapresiasi warga binaan Lapas Kelas IIB Gunung Sitoli yang telah memproduksi  batik tulis  ” Nukha Nibira.”

Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Kurniawan Telaumbenua, saat mengunjungi Lapas Kelas IIB di Gunung Sitoli, Rabu, ( 18/9/2024 ).

Pada kesempatan itu, Direktur Merek mendatangi ruang  pembuatan Batik Tulis produk warga binaan  Lapas Gunung Sitoli Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara.

Kehadiran Kurniaman disambut  hangat oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli, Herry Hasudungan Simatupang, beserta instruktur pembina kemandirian yang sekaligus JFT pada Lapas Gunungsitoli, Yuslian Harefa.

 

 

Selama kunjungan, Kurniaman Telaumbanua secara langsung mengamati proses pembuatan batik tulis oleh warga binaan.

Dia  tidak hanya melihat, tetapi juga turut serta mencoba mewarnai motif batik yang dibuat oleh para warga binaan.

Melalui kesempatan ini, Kurniaman menjelaskan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual, terutama untuk motif batik tulis yang merupakan hasil karya asli warga binaan Lapas Gunung Sitoli.

Kehadiran Kurniaman Telaumbanua sangat diapresiasi oleh seluruh pihak di Lapas Gunung Sitoli.

Kepala Lapas, Herry Hasudungan Simatupang, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan yang dilakukan.

Ia berharap kunjungan ini dapat semakin memotivasi para warga binaan untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas batik “Nukha Nibira” yang mereka hasilkan.

Batik “Nukha Nibira” merupakan produk unggulan dari Lapas Gunung Sitoli yang telah menarik minat banyak pihak.

Batik ini tidak hanya bernilai seni tinggi tetapi juga menjadi simbol kemandirian dan kreativitas para warga binaan.

Dengan adanya dukungan dan apresiasi dari Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), diharapkan produk ini dapat dikenal lebih luas dan semakin diminati oleh masyarakat.

Kunjungan ini menandai langkah positif dalam upaya memperkenalkan dan melindungi kekayaan intelektual karya warga binaan.

Dengan demikian, Lapas Gunungsitoli tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan inovasi yang menghasilkan karya-karya bernilai tinggi seperti batik “Nukha Nibira”.

Turut mendampingi Ahli Indikasi Geografis DJKI, Agustinus Pardede, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nias, Taondrasi Mendrofa, Kepala Subbidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara, Bambang Suhendra beserta staf KI.

(Hisar LG).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *