Labuhan Deli – Transnusantara.co.id – Pihak Rutan Kelas I Labuhan Deli Kota Medan Sumatera Utara, akan melakukan investigasi terkait pemberitaan dimedia massa yang menyebut seorang WBP Inisial CB membeli kamar hunian senilai Rp.10 Juta dari petugas lapas.
” Pihak Rutan Kelas I Labuhan Deli akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait rumor tersebut,” ujar Staf KPR Lapas.
” Hingga saat ini tidak ada bukti konkrit yang dituduhkan media adanya praktek jual beli kamar di Rutan Kelas I Labuhan Deli,” kata Staf Lapas, kepada awak media.
Lebih lanjut Staf KPR Lapas menjelaskan, pihak Lapas berkomitmen untuk menjaga transparansi dan keadilan bagi semua warga binaan.
Jika ada pihak yang merasa dirugikan atau memiliki bukti, kami akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Seorang warga binaan inisial CB yang dituduh membeli kamar hunian di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Labuhan Deli secara tegas membantah tuduhan berita media tersebut.
Dia mengungkapkan seperti dalam video vlog berdurasi 23 detik yang dirilis pada Sabtu (05/10/24), menegaskan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar dan telah merugikan, mengganggu ketenangan dirinya di rutan tempat Ia menjalani masa hukuman.
“Saya siap dimintai keterangan oleh siapapun terkait hal itu,” ujarnya.
” Beredarnya pemberitaan hoaks tersebut telah merugikan diri saya pribadi, dan ketenangan di Rutan tempat saya menjalani hukuman, ” ungkap CB dalam sebuah unggahan video.
Pernyataan tersebut disampaikannya dengan penuh penegasan, menunjukkan sikap tegasnya dalam melawan kabar yang dianggapnya sebagai fitnah.
Kasus yang melibatkan nama CB ini mencuat setelah adanya rumor mengenai praktek jual beli kamar di dalam rutan dengan harga mencapai Rp 10 juta.
Kabar tersebut langsung memicu keresahan di tengah masyarakat, dan merusak citra Rutan Kelas I Labuhan Deli, sebagai lembaga yang menjaga ketertiban dan keamanan para warga binaan.
Kabar hoaks itu juga dikhawatirkan dapat mencoreng reputasi pihak rutan dan mengganggu suasana yang selama ini dijaga baik oleh petugas maupun warga binaan.
CB juga mengungkapkan bahwa dirinya siap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai hal ini.
“Saya bersedia memberikan keterangan jika diperlukan, karena saya tidak pernah terlibat dalam hal semacam itu.
Saya hanya ingin menjalani hukuman saya dengan tenang tanpa ada isu-isu yang tidak benar, “tambah CB.
Dukungan dari rekan-rekan warga binaan lainnya juga mengalir untuk CB, yang dinilai selama ini memiliki reputasi baik selama menjalani masa tahanan.
Mereka berharap bahwa kasus hoaks ini segera menemukan titik terang dan tidak merusak hubungan baik antara para warga binaan dengan pihak pengelola rutan.
(Hisar LG).
