Ada Apa Kadis PUPR Mandailing Natal Enggan Ketemu Wartawan Untuk Konfirmasi & Klarifikasi Peningkatan Ruas Jalan Bintungan – Kampung Kapas

Uncategorized170 views

 

 

Lapiran A.H.Hasibuan, TN Indonesia

Minggu, 13 Oktober 2024, 14.52

 

Madina, Trans Nusantara.co.id-  Kadis PUPR Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Elvy Harahap, ST, tidak bersedia dikonfirmasi Wartawan, perihal kegiatan Program Peningkatan Ruas Jalan Bintungan, Kampung Kapas, Madina.

” Merasa aneh saja kenapa untuk di komfirmasi saja sulit, terkesan menghindar, ada apa rupanya,” kata salah seorang wartawan media online  M.Sudirmin Nasution yang hendak melakukan konfirmasi pada Selasa ( 08/10/2024 ).

Menurut Sudirmin, permohonan untuk melakukan  komfirmasi sejak minggu lalu, terkendala karena orang tua Kadis PUPR Madina sakit, pertemuan pun  tertunda. Namun, setelah seminggu ditunggu  tak juga dapat waktu.

” Jika tak mau dikonfirmasi,  kami akan bawa permasalahan pembangunan jalan tersebut ke Kejatisu di Medan,” ujar Sudirmin Nasution kepada awak media.

” Silakan lapor kemana aja,” kata Kadis PUPR Madina setelah mengetahui akan dilaporkan ke Kejatisu. Pembicaraan ini sama – sama di Screen Shot kedua belah pihak baik dari Sudirmin maupun bu Kadis Elvy Harahap ST.

Kepada awak media, Sudirmin Nasution menjelaskan, yang akan dikonfirmasi kepada Kadis PUPR MADINA terkait Program Peningkatan Ruas Jalan dari DBH SAWIT BINTUNGAN – Kp KAPAS sepanjang 3,3 KM yang hanya selesai dikerjakan dengan menggunakan bahu jalan ± 700 M menyeluruh atau jika kiri kanan bahu jalan sekitar 350.

Saat sosialisasi pra (sebelum) dilakukan pengerasan, dinyatakan ada dek (tpt/tembok penahan tanah) sepanjang 200 M di daerah rawan banjir, akan tetapi hingga selesai pelaksanaan kegiatan tidak terealisasi.

Jika ada perubahan (CCO) apa dasarnya dan kemana sisa anggaran ini di geser. ” Ada apa dan permainan apa ini? satu tanda tanya besar. jadi bu Kadis jangan uring-uringanlah atas permohonan konfirmasi atau klarifikasi pada kegiatan pembangunan jalan tersebut,” dia menambahkan.

Baru kali ini warga masyarakat setempat  menikmati jalan aspal setelah 79 tahun Indonesia Merdeka, namun jika pembangunan peningkatan ruas jalan ini tanpa bahu jalan pasti aspal jalan  tak bakal bertahan lama, pungkasnya.

( AH )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *