Gunung Malela,SIMALUNGUN, Transnusantara.co.id- Seorang remaja Riffki Sanni Pratama Warga Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun hanyut di sungai Bahbolon, hingga kini sudah sebelas hari belum ditemukan.
Terkait hal ini, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga korban, 15 Pangulu Se-Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, dan warga setempat mengadakan doa bersama. Selain itu turut hadir Babinsa 0207/Bangun, Danramil 08/Bangun.
Doa bersama dipimpin oleh ustaz Syahril Hataheyan, bertempat di samping bendungan irigasi/kamar mesin, Nagori Marihat Bukit, Kabupaten Simalungun pada Selasa, ( 17/12/2024 ), dimulai sekitar pukul 13.56 WIB.
Tujuan doa bersama, untuk memohon kepada Tuhan YME agar seorang remaja Riffki Sanni Pratama yang hanyut di sungai Bahbolon beberapa hari yang lalu dapat segera ditemukan.
Peserta doa bersama :
1.Pangulu Nagori Bangun Muhammad Azuar (Ajuk).
2.Pangulu Nagori Senio Alim
3.Pangulu Nagori Pamatang Sahkuda Sudiarto.
4.Pangulu Nagori Asilum Sujono.
5.Pangulu Nagori Margomulyo Safi’i.
6.Pangulu Negeri Malela Suwaro.
7.Pangulu Nagori Lingga Nurdin.
8.Pangulu Nagori Gajeng Amri saragih.
9.Pangulu Nagori Serapuh Pendi.
10.Pangulu Nagori Dolok Malela Surya,
11.Pangulu Sah Kuda Bayu Suwito.
12.Pangulu Marihat Bukit Sahrul Ginting.13.Pangulu Bandar Siantar Taib Saragih
14.Pangulu Nagori Selulu Saliadi.
15.Pangulu Nagori Sukosari Sutino.
16.Ustad Syahril Hutaheyan.
17.Koramil 0207/Bangun Sismadi Babinsa.
18.Danramil 08/Bangun Kodim 0207/Kapten Ifn. Suheri.
19.Sejumlah warga masyarakat setempat.
” Kami melakukan doa bersama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar warga kami yang hanyut di sungai bah bolon dapat segera ditemukan,” ujar Pangulu Nagori Pematang Syahkuda, bapak Sudiarto, saat dikonfirmasi wartawan Transnusantara, dan wartawan Chanel7, usai doa bersama, Selasa 17 Desember 2024.
” Pencarian korban hanyut tersebut sudah 11 hari, hingga kini belum juga membuahkan hasil, dan kami hanya bisa berdoa agar korban yang hanyut cepat ditemukan dan keluarga korban diberikan kesabaran.” ungkapnya.
Sudiarto, Pangulu Nagori Pematang Syahkuda berharap, dengan doa bersama ini semoga Allah Tuhan Yang Maha Esa mengabulkan apa yang menjadi hajat kita. Kemudian Dia mengimbau warga masyarakat agar berhati-hati saat mandi di sungai bah bolon, maupun jika ingin menyeberang pada musim hujan, dan Banjir.
Kepada masyarakat setempat agar melarang anak-anaknya bermain di sungai, harapannya semoga tidak terulang lagi peristiwa seperti ini. ” pungkasnya.
( A.H.Nababan/Transnusantara– ).
