Oleh Nopel Harahap Kabiro Transnusantara.co.id Baru Bara.
Batu Bara, Trans Nusantara -Senyum khas,ramah tamah familiar dan dermawan menghiasi karakter seorang tokoh pendiri Serikat Perkebunan atau yang populer disebut SP. BUN.

Berawal dari runtuhnya era orde baru yang ditandai mundurnya Soeharto dari tampuk singgasananya dan digantikan oleh Bj.Habiebie, disaat kepemimpinan Habiebie lahir Peraturan pemerintah (PP) nomor 12 Tahun 1998 tentang, kebebasan berserikat di Perusahaan Perusahaan.
Berkaitan dengan hal itu pada tahun 1998 beberapa orang pekerja dari PTPN 1 sampe PTPN XIV melakukan upaya, konsolidasi dan musyawarah untuk mendirikan / membentuk 0rganisasi serikat pekerja dengan nama SERIKAT PEKERJA PERKEBUNAN.
Salah satu tokoh pendiri didaulat menjadi Ketua umum (Ketum) periode tahun 1998-2003 adalah,Drs HN.Serta Ginting, beliau adalah Karyawan pimpinan (Karpim) di PTPN 3 yang juga pada saat itu sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut.
Tahun 1999 seluruh Spbun telah terbentuk diseluruh PTPN maka dibentuklah Federasi serikat pekerja perkebunan (F-SP.BUN) berpusat di Jakarta terpilih sebagai Ketum Drs.HN.Serta Ginting, Drs.Rahmad Prawira sebagai Sekjen. dengan masa bakti Kepengurusan,1999 – 2004.
Drs.HN Serta Ginting telah mengukir sejarah perjalanan kehidupan karyawan di Perusahaan perkebunan BUMN, beliau selalu mendengarkan keluhan saran- saran dari level bawah sampai atas terkait masalah karyawan (Pekerja).
Selain pekerjaan pokonya sebagai karyawan pimpinan beliau juga organisatiris dan politisi senior pernah duduk sebagai anggota DPRD RI DPRD Sumut, DPRD Labuhan Batu selama 6 periode duduk di kursi dewan.***
