Mandailing Natal – Bupati Mandailing Natal (Madina) H.Syaifullah Nasution menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kabupaten Madina yang dipusatkan di Kecamatan Batahan, di halaman MTs Swasta Nahdiatul Ulama Batahan jalan lintas Batahan Natal, desa Sari Kenanga, Kecamatan Batahan pada Sabtu ( 22/11/2025 ).
Kegiatan yang diikuti ratusan guru dari berbagai kecamatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi dan meningkatkan solidaritas antar-tenaga pendidik di Kabupaten Madina. Sejak pagi, suasana lokasi pembukaan sudah dipadati peserta dan tamu undangan yang datang untuk menyemarakkan kegiatan tahunan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Madina menyampaikan apresiasi tinggi kepada PGRI atas komitmennya menciptakan ruang kreatif bagi guru melalui ⁵ajang olahraga dan seni. Menurutnya, Porseni bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat motivasi para guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Guru adalah pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing. Kegiatan Porseni ini saya pandang sebagai bentuk penyegaran, pemersatu, serta penggerak semangat bagi para pendidik di Madina. Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan seperti ini,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Bupati juga menegaskan pentingnya peran guru sebagai teladan bagi generasi muda yang akan menentukan masa depan daerah. Ia berharap Porseni mampu mendorong munculnya ide-ide kreatif serta meningkatkan kualitas hubungan antar-guru di seluruh Madina.
Bupati Saipullah mendukung penguatan sektor pendidikan di Bumi Gordang Sambilan.
“ Di Madina, anggaran pendidikan, kalau saya tidak salah, di 2026 ini kurang lebih 750 miliar. Kalau kita pandai memanfaatkannya, bisalah mencukupi,” kata dia.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Pemkab Madina mencanangkan membangun sekolah unggulan di masing-masing kecamatan. Pemerintah daerah telah berdiskusi dengan beberapa yayasan, termasuk Matauli di Sibolga.
“Ini pekerjaan yang berat, bukan mudah. Tapi, kalau kita bersama-sama ingin menjadikan Madina ini salah satu lumbung sumber daya manusia yang unggul, kita harus lakukan,” ujar dia.
Saipullah mengaku selalu memantau informasi atau pemberitaan seputar dunia pendidikan. Meski kadang berita itu menunjukkan kelemahan pemerintah, bagi dia itu tetap sesuatu yang harus diperhatikan.
“Dari situ bisa dilihat mana yang perlu dilakukan perbaikan-perbaikan,” lanjut dia.
Langkah-langkah penguatan sektor pendidikan itu, menunjukkan komitmen dan perhatian Pemkab Madina. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, tepatnya poin keempat.
Saipullah mengingatkan para guru tidak mudah berpuas diri. Sebab di tengah perkembangan teknologi yang begitu luar biasa, perubahan berlangsung dalam tempo yang singkat.
“Saya minta para guru untuk bisa meningkatkan kemampuan. Menambah ilmu, sekarang tidak susah. Bapak-ibu bisa buka handphon banyak di situ Artificial Intelligence, gunakan untuk peningkatan kapasitas,” pungkas Bupati Saipullah.
Plt Kadis Pendidikan M.Faisal Situmorang mengapresiasi PGRI Madina yang memutuskan melaksanakan porseni di Kecamatan Batahan.
“Keputusan ini sangat strategis dan menunjukkan komitmen kita bahwasanya perhatian dan pembangunan pendidikan tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten,” kata dia.
Fasial berharap melalui pertandingan olahraga dapat meningkatkan kapasitas, disiplin, dan kerja keras guru. Sedangkan lewat seni bisa menumbuhkan kreativitas, kepekaan, dan cinta pada budaya.
“Dengan membawa acara sebesar ini ke Kecamatan Batahan, tentu kita sekaligus mengharapkan memperkenalkan kekayaan alam, membuka akses pengalaman berharga, dan menunjukkan komitmen nyata untuk pemerataan pembangunan,” ujar Kadis Pendidikan.
Sementara itu Ketua PGRI Defrion Chaniago memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi para guru kepada Bupati Saipullah, utamanya intimidasi dan kriminalisasi yang masih dihadapi tenaga pendidik. Dia menjelaskan di banyak daerah sudah ada Perda tentang Pelindungan Guru.
“Kami berharap, Bapak Bupati, ke depan kita punya juga biar kami mengajar lebih tenang, lebih semangat,” ujar dia.
Hal lain yang menjadi harapan para guru, sebut Defrion, adalah penggajian yang tepat waktu. Sebab, seringkali tenaga pendidik kelimpungan di awal bulan untuk mengirim biaya kuliah anak-anak mereka.
“Maaf, Bapak Bupati dan Bapak Kepala Dinas, gaji kami tanggal 1 lah keluar. Karena kalau kuliah anak kami di perkuliahan, orang tahunya tanggal 1, tanggal 2, bapaknya tanggal sekian harus masuk. Jadi kami sedikit terlambat,” ungkap dia.
Di sisi lain, Defrion juga berpesan kepada para guru dan kepala sekolah agar meningkatkan kemampuan, kapasitas, dan disiplin.
“Mari kita tingkatkan kinerja kita, tingkatkan disiplin kerja kita, tingkatkan kerja sama kita, mulai dari kerja sama sesama guru, di sekolah, ke Dinas Pendidikan, termasuk ke pemerintah daerah,” pesan Defrion
Ketua PGRI Madina dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati dan dukungan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa PGRI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan serta kesejahteraan tenaga pendidik.
( AH/Red )
