Penulis, Nopel.Harahap
Kabiro Transnusantara.co.id-
Batu Bara
MEDAN, Transnusantara–Bupati Batu Bara, H.Baharuddin Siagian,SH M.Si
menghadiri Rapat kordinasi percepatan
rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana,di Provinsi Sumatera Utara,
dilaksanakan di aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumatera Utara,
Senin,(12/01/2026).
Rapat kordinasi ini dipimpin langsung,
Menteri dalam negeri (Mendagri)
Tito Karnavian selaku Ketua satuan tugas percepatan rehabilitasi
dan rekonstruksi pasca bencana
Di Aceh, Sumatera Utara,
dan Sumatera Barat.
Rapat diawali dengan pemaparan Gubernur Sumatera Utara mengenai kondisi terkini dampak bencana diwilayah Sumatera Utara berdasarkan data terupdate per 12 Januari 2026
pukul 08.00 Wib tercatat sebanyak,
jumlah pengungsi sebanyak, 13.630 jiwa
masyarakat terdampak mencapai,
1.804.630 jiwa, meninggal dunia,
375jiwa, luka-luka, 205 jiwa,
hilang, 41 jiwa.
Gubernur juga menyampaikan bahwa,bencana telah terdampak pada berbagai sektor meliputi,infrastruktur
jalan,jembatan, sekolah,rumah ibadah
rumah warga dan fasilitas lainnya.Akibat kerusakan total ini kerugian mencapai,
18,48 Triliun.
Dalam rapat tersebut,dibahas langkah
langkah strategis percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana
meliputi pemulihan infrastruktur perumahan masyarakat, fasilitas publik
serta pemulihan sosial ekonomi di wilayah terdampak bencana juga ditekankan pentingnya penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi
pasca bencana (R3P), sebagai, pedoman kunci strategis dan terpadu dalam pelaksanaan pemulihan R3P menjadi acuan utama bagi seluruh tahapan
rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan
terarah,terkodinir,
dan tepat sasaran.
R3P mencakup pendataan kerusakan
dan kerugian secara komprehensif,
pengusulan dan dukungan pendanaan ke Pemerintah pusat melalui BNBP serta pemulihan ekonomi masyarakat dengan prinsip build back better membangun kembali secara lebih.tangguh,aman dan
berkelanjutan.
Mendagri menekankan pentingnya,sinergi antara Pemerintah pusat dan daerah agar,pemulihan dapat
berjalan efektif,tepat waktu dan tepat sasaran. Dalam arahannya,Mendagri
menegaskan bahwa prioritas utama satgas adalah, percepatan pembersihan lumpur, terutama di wilayah pemukiman seperti daratan dan gang gang pemukiman guna mendukung aktivitas masyarakat kembali normal.
Sementara itu kendali dan progres
indikator pemulihan di Kabupaten
Batu Bara meliputi berbagai sektor prioritas satuan pendidikan PAUD,
jalan Provinsi,jalan Kabupaten / Kota,
serta jalan desa. Pemkab Batu Bara
terus melakukan pendataan,verivikasi
tingkat kerusakan serta langkah penanganan bertahap pada sektor sektor tersebut guna memastikan akses pendidikan, konektivitas wilayah
dan mobilitas masyarakat dapat segera pulih, Rapat dihadiri dengan sesi tanya jawab Mendagri dengan Kepala daerah.***
