Medan, Transnusantara– Suasana penuh kebersamaan mewarnai kegiatan syukurannya Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Rani yang digelar bersama keluarga besar Sanggar Satrio Singo, baru-baru ini. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momen penutupan sementara aktivitas sanggar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
Acara syukuran berlangsung sederhana namun khidmat, diisi dengan doa bersama, pemotongan tumpeng , serta makan bersama anggota sanggar dan tamu undangan yang hadir.
Acara syukuran berlangsung pada Minggu,( 15/02/2026 ) di Jalan Buku Medan Petisah, Sumatera Utara, dihadiri keluarga besar sanggar, para anggota, serta undangan.

Dalam kesempatan itu, pengurus sanggar menyampaikan bahwa penutupan sementara kegiatan merupakan bentuk penghormatan terhadap bulan ramadhan agar para anggota dapat lebih fokus menjalankan ibadah.
” Selama ramadhan kegiatan latihan kita liburkan sementara, ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan ibadah,” ujar salah satu pengurus sanggar.
Ia menambahkan kegiatan latihan dan aktivitas seni akan kembali dilaksanakan seperti biasa setelah Hari Raya Idul Fitri.
Sementara itu, Orang tua Rani mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya acara ini.
” Terima kasih atas doa dan perhatian semua, semoga kita selalu diberi kesehatan dan sanggar Satrio Singo semakin.maju,” ucapnya.

Salah satu pengurus sanggar dalam sambutannya mengatakan, bahwa acara syukuran diawali doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur, Momentum ini juga ajang mempererat tali silaturahmi antar anggota sanggar dan keluarga besar Rani yang selama ini mendukung berbagai kegiatan sanggar.
Selain itu ia menjelaskan, bahwa peringatan HUT ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan bentuk rasa syukur atas perjalanan hidup, pencapaian, serta harapan ke depan yang lebih baik. Usia 20 tahun dinilai sebagai fase kedewasaan untuk semakin bertanggung jawab, berprestasi, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kemudian, pengurus sanggar mengumumkan penutupan sementara seluruh aktivitas latihan dan kegiatan rutin selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
” Kami berharap momentum Ramadhan ini menjadi waktu untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kebersamaan, dan memperbaiki diri. InsyaAllah setelah Ramadhan, kegiatan sanggar akan kembali berjalan seperti biasa dengan semangat yang lebih baik,” ujar Raisha salah satu pengurus.
Raisha menyebutkan, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, agar Rani senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kesuksesan, serta Sanggar Satrio Singo terus berkembang dan tetap menjadi wadah pelestarian seni budaya yang bermanfaat bagi generasi muda.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar anggota sanggar dalam suasana penuh kekeluargaan.
( Musal Fiqri Tanjung )
