Kalapas Kelas I Medan Diwakili Kabid Pembinaan Buka Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H 

Kemenkumham24 views

 

Medan – Transnusantara.co.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan Diwakili Kabid Pembinaan Prayoga Yulanda membuka secara resmi  kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H, yang pelaksanaannya dimulai pada 23 Februari hingga 5 Maret 2025, diikuti 150 warga binaan pemasyarakatan.

Pembukaan pesantren ramadhan ini berlangsung di Aula Lapas Kelas I Medan, Senin (23/02/2026), dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama Kota Medan, H. Ahmad Kamil Harahap, MA, Kepala Kantor Urusan Agama Medan Helvetia, JUDRI HUTAGALUNG, MSi, dan undangan lainnya.

Laporan panitia yang disampaikan oleh Kasi Bimbingan Kemasyarakatan, M. Hidayatullah menjelaskan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan ini dirancang untuk membentuk karakter warga binaan agar lebih religius, disiplin, serta memiliki bekal moral yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.

” Kehadiran para tokoh agama ini menjadi bentuk sinergi antara Lapas Kelas I Medan dengan Kementerian Agama dalam mendukung program pembinaan spiritual warga binaan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Pesantren Ramadhan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai keagamaan selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan ini menghadirkan para pemateri dari Kementerian Agama Kota Medan yang akan memberikan materi keagamaan secara intensif selama pelaksanaan pesantren.

Menurutnya, Pesantren Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum pembinaan rohani yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi warga binaan.

“Melalui Pesantren Ramadhan ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri, “ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan, guna mewujudkan warga binaan yang berakhlak baik, mandiri, dan siap kembali menjadi bagian produktif di tengah masyarakat.

(Hisar LG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *