Selamatkan Generasi Muda, Kapolda Sumut Tegaskan Perang Terhadap Narkotika

 

Medan – Transnusantara.co.id – Guna menyelamatkan generasi muda, Kapolda Sumatera Utara Whisnu Hermawan Februanto SIK MH, menegaskan perang terhadap narkotika.

Kapolda Sumatera Utara, melalui Kabid Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan menyebutkan Polda Sumatera Utara terus menerangi penyalahgunaan narkotika secara masif termasuk sarang narkotika di Wilayah Sumatera Utara.

Selama 5 hari Sejak 13 – 17 Mei 2026, sebanyak 264 kasus narkoba berhasil dibongkar dan total 342 tersangka  diamankan. ” Kegiatan ini dilakukan oleh Polda dan jajarannya secara intensif  memutus rantai peredaran narkotika, “kata Ferry kepada wartawan  Minggu (17/05/2026).

Lebih lanjut, Ferry, mengungkapkan langkah penegakan hukum  tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga menghancurkan sarang narkoba agar tidak lagi digunakan sebagai tempat aktivitas narkotika.

Dari total pengungkapan, kategori target operasi tempat menjadi yang paling dominan dengan 107 kasus dan 142 tersangka. Sementara target operasi orang tercatat sebanyak 99 kasus dengan 99 tersangka.

Sedangkan dari pengungkapan non target operasi, polisi kembali mengamankan 101 tersangka dari 58 kasus berbeda.

Selama 5 hari, pengungkapan kasus narkotika yang terbanyak di Wilkum Polrestabes Medan, Sedangkan  di wilayah Polres Langkat sitaan lebih dari dua kilogram ganja, Polres Simalungun   sabu seberat 273,22 gram dan Polres Toba  243 butir pil ekstasi.

Pada saat dilakukan penggerebekan  sarang narkoba, aparat menemukan 17 orang positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine.

Sedikitnya 57 titik digerebek dan 26 barak maupun gubuk yang diduga menjadi tempat transaksi serta penyalahgunaan narkotika dibongkar hingga dibakar.

Dari rangkaian pengungkapan tersebut, aparat menyita barang bukti dalam jumlah besar berupa 908,90 gram sabu, 3.319,84 gram ganja, 344,25 butir pil ekstasi serta 93 vape mengandung etomidate.

Dari total pengungkapan, kategori target operasi tempat menjadi yang paling dominan dengan 107 kasus dan 142 tersangka. Sementara target operasi orang tercatat sebanyak 99 kasus dengan 99 tersangka.

(Hisar LG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *