MEDAN, Transnusantara.co.id — Sanggar Satrio Singo Lodayah Kota Medan, di bawah pimpinan Mukhlis menggelar kegiatan perhelatan seni ” Kuda Lumping” berlangsung pada Minggu, 27 September 2025, bertempat di Posko Kampung Tangguh Bersih Narkoba, Jalan Starban, Gang Wahyu Ujung, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, kota Medan, Sumatera Utara.
Pimpinan Sanggar Satrio Singo Lodayah, Muklis, kepada Transnusantara mengatakan, kesenian kuda lumping tak hanya hadir sebagai hiburan. Kesenian tradisional ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan warga di lingkungan Kampung Tangguh Bersih Narkoba (KTBN).
” Pertunjukan kuda lumping menjadi bagian dari kegiatan yang tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan budaya tradisional, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, serta mempererat hubungan antarwarga,” ungkap Muklis Minggu 27 September 2026 di Medan.

Ketua Satrio Singo Lodayah, Sekar Arum, bersama tokoh masyarakat Nur Hasana dan tokoh pemuda Raisha Olivia, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah warga juga terlihat menyaksikan dan meramaikan pertunjukan seni budaya tersebut.
Melalui kegiatan ini, pimpinan Sanggar Satrio Singo Lodayah turut menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di tengah masyarakat.
Kesenian kuda lumping dapat menjadi media positif untuk mempertemukan berbagai kalangan dan generasi dalam suasana kebersamaan.
Kehadiran kegiatan seni di lingkungan KTBN juga menunjukkan bahwa upaya menciptakan lingkungan yang positif dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk seni dan budaya.
Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, tradisi lokal diharapkan tetap hidup sekaligus menjadi bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan Sanggar Satrio Singo Lodayah, yakni melestarikan budaya sekaligus membangun ruang interaksi masyarakat yang sehat, positif, dan penuh kekeluargaan.
Penulis : Musal Fiqri Tanjung
