Labuhan Deli – TransNusantara.co.id – Dalam upaya menumbuhkan motivasi, kesadaran diri, serta harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, peserta Maganghub bidang Psikologi Rutan Kelas I Labuhan Deli menggelar kegiatan psikoedukasi bertema “Meaning of Life: Menemukan Makna Hidup, Menumbuhkan Harapan, dan Menata Masa Depan” bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Moralitas Rutan Kelas I Labuhan Deli, Sabtu (7/11/2026) pagi.
Materi psikoedukasi disampaikan oleh tiga peserta Maganghub bidang Psikologi, yakni Lutfi Bukhori Panjaitan, S.Psi., Safira Zahrani, S.Psi., dan Yuliana Sri Wahyuni Nasution, S.Psi.
Dalam kegiatan tersebut, ketiganya memberikan pemahaman kepada WBP mengenai pentingnya menemukan makna dan tujuan hidup, termasuk dalam menjalani masa pemasyarakatan.
Para pemateri mengajak WBP melakukan refleksi diri, menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran, serta membangun pola pikir positif dalam menghadapi kehidupan.
Mereka juga menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menentukan arah kehidupan yang lebih baik.
Masa lalu, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berubah. Sebaliknya, pengalaman masa lalu dapat dijadikan pelajaran berharga untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Oleh karena itu, masa pemasyarakatan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengenali potensi diri, memperkuat motivasi, serta mempersiapkan masa depan.
Kegiatan psikoedukasi ini juga menjadi ruang refleksi bagi WBP untuk menumbuhkan optimisme dan keyakinan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari diri sendiri.
Diharapkan, setelah menyelesaikan masa pidana, para WBP mampu kembali ke tengah masyarakat dengan membawa semangat perubahan, kepercayaan diri, serta tujuan hidup yang lebih terarah.
Melalui kegiatan ini, peserta Maganghub bidang Psikologi turut berkontribusi dalam mendukung program pembinaan di Rutan Kelas I Labuhan Deli, khususnya dalam penguatan mental, kesadaran diri, dan pengembangan kepribadian warga binaan.
Sebab, setiap perjalanan hidup memiliki makna, setiap kesalahan dapat menjadi pelajaran, dan setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri serta memulai kembali dengan harapan yang lebih baik.
Sumber Rutan Labuhan Deli
( Hisar LG )
